Berita

Iran/Net

Dunia

Pakistan Bantah Tuduhan Iran Lindungi Kelompok Bersenjata

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 | 18:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pakistan menolak tuduhan yang dilayangkan oleh pejabat senior Iran yang menyebut bahwa negara itu menyembunyikan kelompok bersenjata, Jaish al-Adl. Kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas serangan pekan lalu yang menewaskan 27 anggota elit Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di provinsi selatan Sistan-Baluchestan.
 
Javid Hussain, mantan duta besar Pakistan untuk Teheran, menyebuy bahwa tuduhan Islamabad memungkinkan pejuang Jaish al-Adl untuk beroperasi secara bebas di wilayah perbatasannya dengan Iran sangat tidak berdasar dan sepenuhnya salah.
 
"Kami tidak mengizinkan wilayah kami digunakan oleh organisasi teroris untuk menargetkan tetangga kami," katanya seperti dimuat Al Jazeera (Kamis, 21/2).
 

 
"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa ini juga merupakan keprihatinan besar bagi kami, dan kami bekerja sama dengan pemerintah Iran untuk memastikan unsur-unsur itu ditangkap dan dibawa ke pengadilan," tambahnya.
 
Sebelumnya pasa awal pekan ini, Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour, seorang komandan senior IRGC, mengumumkan bahwa setidaknya tiga warga Pakistan, termasuk seorang pembom bunuh diri, berkonspirasi dengan tiga warga Iran dari wilayah Sistan-Baluchestan untuk melakukan serangan.
 
Mayor Jenderal Yahaya Rahim Safavi, pembantu militer tertinggi pemimpin tertinggi Iran, juga mengecam dinas intelijen Pakistan karena mendukung kelompok-kelompok "teroris". [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya