Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Lawan Rasisme, New York Larang Diskriminasi Rambut

RABU, 20 FEBRUARI 2019 | 17:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Komisi Hak Asasi Manusia Kota New York merilis pedoman menentang penargetan orang berdasarkan gaya rambut mereka. Komisi kota mengklasifikasikan ini sebagai diskriminasi rasis.
 
Pedoman tersebut bertujuan untuk melindungi hak-hak warga New York di sekolah, tempat kerja dan tempat-tempat umum, di mana orang kulit hitam secara tidak proporsional dipengaruhi oleh kebijakan yang melarang gaya rambut seperti afro, cornrows, dan locs.
 
Sebuah laporan dari komisi itu mengatakan gaya rambut hitam sering dianggap tidak profesional.
 

 
Komisi menilai, dengan membatasi bagaimana para pekerja dan siswa harus memiliki gaya rambut mereka, maka hal itu dianggap sama dengan melanggengkan stereotip rasis.
 
Dikabarkan BBC (Rabu, 20/2), Ketua Komisi Hak Asasi Manusia New York City, Carmelyn P Malalis mengatakan kebijakan gaya rambut bukan tentang profesionalisme tetapi lebih merupakan cara membatasi cara orang kulit hitam bergerak melalui tempat kerja, ruang publik dan pengaturan lainnya.
 
Dia mengatakan pedoman itu akan membantu organisasi memahami bahwa warga New York kulit hitam memiliki hak untuk mengenakan rambut mereka namun mereka memilih tanpa takut akan stigma atau pembalasan. [mel]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya