Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru siap menampung caleg stres atau gila akibat kalah Pemilu 2019.
Kesiapan Rumah Sakit (RS) Jiwa Pekan Baru menampung caleg gila atau mengalami gangÂguan jiwa ini disampaikan Dirut Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Provinsi Riau, Hasneli Juwita, kemarin.
"Kalau kami ya siap saja tampung, apalagi dari fasilitas kita di RSJ sekarang sudah cukupbagus dan lengkap ada Poli yang lengkap dan pelayanan lainnya," ujar Hasneli.
Karena sebagai tugas melayani, RSJ akan melayani siapapun yang datang berobat. Sehingga tidak hanya fokus untuk persiapan menghadapi caleg saja. "Jadi tidak hanya fokus untuk caleg saja, namun semua masyarakat akan kami layani," jelas Hasneli.
Hasneli mengatakan, pada saat pemeriksaan tes kejiwaan caleg lalu, RSJ sudah melayani 6000 caleg. "Kita sudah buktiÂkan bisa memeriksa 6000 lebih caleg pada saat tes kejiwaan dulu," jelas Hasneli.
Hasneli menambahkan, peÂlayanan di RSJ Tampan 24 jam sehingga siapapun dan kapanpun yang mau berobat bisa dilayani dengan baik. "Silakan datang dan pelayanan kami juga akan siap," ujarnya.
Dijelaskan, kapasitas RSJ Tampan adalah 250 tempat tiÂdur. Tapi, untuk jumlah pasien saat ini mencapai 300 pasien. Sehingga masih banyak pasien terlantar yang tidak memiliki keÂluarga dirawat di RSJ Tampan.
"Memang terjadi overload karena adanya beberapa pasien tidak memiliki keluarga kita tampung. Tapi, sebagian sudah dikirim ke panti sosial orang gila, "jelasnya.
Sedangkan jumlah pasien rawat jalan, menurut Hasneli, sehari-harinya mencapai 100 pasien. Tapi, dia mengakui, memang disÂaat pelaksanaan Pemilu biasanya ada peningkatan konsultasi atauÂpun pasien rawat jalan. "Cuma tidak signifikan juga peningkaÂtannya," ujar Hasneli.
Sebelumnya, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli, Bali, membuka peÂlayanan perawatan bagi caleg stres karenma kalah Pileg 2019.
Direktur RSJ Bangli IDewa Gede Basudewa mengungkapkan, saat ini ada sekitar 100 kamar di RSJ yang masih kosong dan bisa gunakan bagi caleg stres.
Dia mengatakan, biasanya caleg mengalami stres karenatak kuat menghadapi kenyataan. Caleg itu tak terima gagal, apalagi banyak harta dan waktu telah dipertaruhkan.
Biasanya, kata Basudewa, ada tiga gejala stres ditunjukÂkan caleg yang gagal. Pertama, gejala tampak atau positif denÂgan ciri mudah marah, memaki, merusak, mengancam, bahkan mencari kesalahan pada orang lain atau lingkungannya.
"Itu salah satu manivestasi yang dirasakan akibat ingin jadi seorang pemenang pemilu atau caleg gagal," kata Basudewa seperti dikutif dari kumparan NEWS.
Kedua, gejala tak tampak atau negatif. Biasanya, ditandai dengan mengasingkan diri dari orang lain, pendiam, merasa sendiri, merasa tidak berharga, hingga merasa malu. Kemudian merasa ditinggalkan, dibohongi, tidak mau makan, minum, ogah mandi, sedih, dan terakhir dia bisa bunuh diri.
Ketiga, gejala stres akut yang dimulai dengan berbicara sendÂiri. "Jadi gangguan berat mulai ngomong sendiri, bisa ketawa sendiri, bisa telanjang di jalan, bisa lupa. Ini gangguan jiwa beÂrat yang akan dibawa ke RSJ," paparnya.
Untuk pemulihan caleg stres, kata Basudewa, biasanya dibuÂtuhkan waktu 14 hingga 42 hari. Perawatan mulai dari pemberian obat medis hingga terapi.
Saat ini, RSJ Bangli memiliki 400 tempat tidur dengan layanan berbeda. Yakni, 300 tempat tidur untuk layanan kelas IIIdan 50 temÂpat tidur layanan kelas II, 25 kelas VIP, dan 25 kelas VVIP. ***