Berita

Politisi PDIP Maruarar Sirait/Net

Nusantara

Ara: Lawan Kelompok Yang Menentang Pancasila

RABU, 20 FEBRUARI 2019 | 02:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Seratus ribu lebih masyarakat tumpah ruah ikut merayakan Cap Go Meh di Wihara Dhanagun, Kota Bogor. Perayaan dikemas dalam pesta budaya Bogor Street Festival.

Meski sempat mendapat penolakan dari kelompok yang mengatasnamakan Forum Muslim Bogor, acara berjalan dengan aman dan lancar. Terlebih Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor juga mengatakan bahwa penolakan perayaan Cap Go Meh bisa merusak kerukunan umat beragama.

Di tengah tekanan kelompok yang menolak perayaan, politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait turut hadir dan mendukung penuh perayaan Cap Go Meh. Menurut Ara, begitu dia disapa, meski Indonesia terdiri dari beragam keyakinan, budaya, latar belakang serta suku dan etnis namun semuanya dipersatukan oleh Pancasila.


"Pancasila adalah dasar negara kita. Kita harus jujur memang ada yang setuju dan sedikit yang tak setuju dengan Pancasila. Tentu saja yang setuju dengan Pancasila jangan diam, jangan terus menjadi silent majority. Kita harus melawan takut terhadap kelompok yang mau menentang Pancasila," jelasnya di sela perayaan Cap Go Meh, Selasa malam (19/2).

Ara mengatakan, persatuan dan kerukunan harus terus dijaga dan diperjuangkan oleh semua pihak. Termasuk diperjuangkan melalui aturan pemerintah, peraturan daerah maupun sikap-sikap di lapangan. Itu juga seperti yang dicontohkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor Bima Arya yang turut menghadiri perayaan Cap Go Meh ini.

"Saya bangga dengan gubernur dan wali kota," katanya.

Selain Ara, Ridwan Kamil dan Bima Arya, perayaan puncak Cap Go Meh juga dihadiri Wakil Duta Besar India Prakash Gofta, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian Pariwisata Rizky Handayani Mustofa, Kapolda Jabar Agung Budi Maryoto dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono.

"Kita ucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri yang berkat dukungannya acara ini berjalan dengan aman dan tertib," ujar Ara. [wah] 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya