Berita

Jalan di Sipiongot-Paluta/Dok

Politik

Satu Lagi Klaim Jokowi Yang Dipertanyakan, 191 Ribu Km Jalan Desa?

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 | 09:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden yang juga Capres petahana, Joko Widodo mengklaim capain-capaian bidang infrastruktur pada debat kedua Pilpres. Diantaranya pembangunan jalan desa yang diklaim mencapai 191.000 kilometer (Km).

Oleh pemerhati kebijakan infrastruktur publik, Suhendra Ratu Prawiranegara, angka capaian tersebut patut dipertanyakan keabsahan dan validitasnya.

"Jujur saya kaget dan terheran-heran, kalau mengadopsi ekspresi beliau (Jokowi), kalau mendapatkan sesuatu berita, info atau masalah kan selalu bilang kaget dan heran. Saya pakai istilah ini untuk mengkritisi data yang beliau sampaikan tentang jalan desa," sebut Suhendra, Selasa (19/2).


Begini, total jalan di Indonesia sejak awal tahun 1950-an sampai dengan sekarang ini dalam kisaran 530.000 Km (sumber Kementerian PUPR). Ini jumlah keseluruhan mencakup jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten.

Secara teroritis dan empiris data capaian yang disampaikan Jokowi patut dipertanyakan, dan cenderung tidak bisa dipertanggung jawabkan. Jalan desa berada dalam wilayah kabupaten, sementara panjang jalan kabupaten dan kota di seluruh Indonesia saat ini dalam kisaran 437.000 Km.

"Jadi dengan kata lain hebat sekali dan luar biasa pemerintahan ini jika sudah dapat membangun jalan desa sepanjang 191.000 km selama dalam kurun waktu tiga tahun anggaran 2015-2018," ujar Suhendra.

"Perlu diketahui juga oleh masyarakat luas, bahwa kondisi jalan yang eksisting di Indonesia saat ini tidak semuanya beraspal. Dari total panjang jalan di Indonesia, 530.000 Km, hampir 45 persen jalan di Indonesia permukaan jalannya masih berupa tanah dan kerikil (sirtu)," tambah mantan Staf Khusus Menteri PU ini.

Jadi, jika diklaim sudah membangun jalan sepanjang 191.000 Km, artinya sudah 90 persen seluruh jalan di Indonesia sudah tidak lagi tanah dan kerikil permukaannya. Faktanya tidak demikian. Jadi benar-benar data dan ucapan klaim Jokowi tidak berdasar.

"Joko Widodo ini memang sebagai Capres ya, namun beliau juga kan Presiden RI yang aktif. Jadi kalau dengan mudahnya menyampaikan data yang keliru dalam forum kenegaraan yang dijamin UU seperti proses debat dalam Pilpres, patut disayangkan. Karena kan hal yang disampaikan seorang Presiden tentu memiliki makna dan dan berfungsi sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi masyarakat," demikian Suhendra. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya