Berita

Yameen/Net

Dunia

Diduga Korupsi, Mantan Presiden Pro-China Ini Segera Ditangkap

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 | 22:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan di Maladewa memerintahkan penangkapan dan penahanan mantan presiden negara tersebut, Abdulla Yameen, atas dugaan pencucian uang.
 
Yameen, yang membawa negara kepulauan Samudra Hindia lebih dekat ke China selama masa pemerintahannya, dituduh menerima dana 1 juta dolar AS melalui perusahaan swasta, SOF Private Limited, yang telah terlibat dalam kesepakatan korupsi untuk menyewa pulau-pulau tropis untuk pengembangan hotel.
 
Dikabarkan Reuters, Yameen membantah tuduhan itu.
 

 
Setelah sidang dua setengah jam pada hari Senin (18/2), jaksa meminta perintah pengadilan untuk menahan Yameen.
 
Pengadilan memutuskan bahwa Yameen, yang muncul secara langsung, harus ditahan.
 
Sebelumnya, pekan lalu, Presiden Maladewa saat ini, Ibrahim Mohamed Solih menangguhkan dua menteri pemerintah atas transaksi keuangan yang dilakukan dengan SOF Private. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya