Berita

Nauert/Net

Global

Mantan Presenter Fox News Batal Maju Jadi Calon Dubes PBB

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 | 20:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan presenter Fox News, Heather Nauert mencabut pencalonannya untuk jabatan duta besar PBB untuk Amerika Serikat.
 
Nauert yang bekerja sebagai jurubicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat itu diketahui dicalonkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk jabatan itu Desember tahun lalu, menggantikan Nikki Haley.
 
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (16/2), Nauert mengumumkan keputusan yan mengejutkan itu melalui sebuah pernyataan. Dia memgatakan bahwa keputusan itu dibuat untuk kepentingan terbaik keluarga.
 

 
"Dua bulan terakhir sangat melelahkan," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, seperti dimuat BBC.
 
Trump telah mengumumkan Nauert sebagai pilihannya untuk peran PBB pada saat itu memuju Nauert.
 
"Dia sangat berbakat, sangat cerdas, sangat cepat, dan saya pikir dia akan dihormati oleh semua," kata Trump Desember lalu.
 
Pencalonan Nauert lada saat itu mendapat banyak sorotan. Beberapa pihak mempertanyakan apakah Nauert, yang telah berada di pemerintahan selama kurang dari dua tahun dan tidak pernah memiliki spesialisasi dalam hubungan internasional, memiliki pengalaman yang cukup untuk menangani jenis masalah kebijakan luar negeri yang rumit yang ditangani oleh duta besar PBB.
 
Peran ini sering diberikan kepada negosiator yang terampil dan nama-nama terkemuka dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat, seperti dutabesar senior, diplomat atau politisi terkemuka. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya