Berita

Bolton/Net

Global

AS Tegas Dukung India Pasca Serangan Mematikan Di Kashmir

SABTU, 16 FEBRUARI 2019 | 20:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat menyatakan dukungan pada India pasca serangan mematikan terbaru di wilayah Kashmir yang disengketakan.
 
Hal itu disampaikan oleh Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) John Bolton berbicara dengan Penasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval dalam percakapan telepon Jumat malam (15/2).
 
Menurut keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri India, dalam percakapan telepon itu keduanya sepakat untuk membawa mereka yang bertanggung jawab di balik serangan ke pengadilan.
 

 
"Kedua NSA berjanji untuk bekerja sama untuk memastikan bahwa Pakistan berhenti menjadi tempat yang aman bagi JeM (Jaish-e-Mohammad) dan kelompok-kelompok teroris yang menargetkan India, Amerika Serikat dan lainnya di kawasan itu," sambung pernyataan tersebut.
 
"Mereka memutuskan untuk meminta Pakistan bertanggung jawab atas kewajibannya berdasarkan resolusi PBB," tambahnya, seperti dimuat Reuters.
 
Serangan itu didalangi oleh kelompok militan JeM dan menyebabkan 44 polisi paramiliter tewas ketika pembom menabrak konvoi militer.
 
Diketahui, India selama bertahun-tahun menuduh Muslim Pakistan mendukung militan separatis di Kashmir yang terbelah, yang diklaim oleh kedua tetangga secara penuh tetapi hanya dikuasi sebagian.
 
Pakistan membantahnya, dan mengatakan bahwa mereka hanya menawarkan dukungan politik dan diplomatik kepada rakyat Kashmir dalam perjuangan mereka untuk menentukan nasib sendiri. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya