Berita

Sudan Selatan/Net

Dunia

PBB: Kasus Pemerkosaan Di Sudan Selatan Mencengangkan

SABTU, 16 FEBRUARI 2019 | 16:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan gadis belia masih meluas di Sudan Selatan bagian utara, kendati penandatanganan perjanjian damai untuk mengakhiri perang saudara telah dilakukan pada September 2018.
 
Begitu bunyi laporan investigasi yang dibuat oleh kantor hak asasi manusia PBB dan misi Amerika Serikat di Sudan Selatan yang dirilis pada Jumat (15/2).
 
Dalam laporan itu, ditemukan bahwa ada 175 kasus pemerkosaan yang terjadi di Sudan Selatan antara bulan September hingga Desember 2018 lalu. Beberapa kasus, pemerkosaan bahkan berlangsung berjam-jam dan dilakukan oleh banyak pria berseragam dan bersenjata.
 

 
Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pemerkosaan, baik yang dilakukan secara individu maupun berkelompok, dilaporkan terus berlanjut tahun ini, dengan para pelaku tampaknya berpikir mereka bisa lolos tanpa hukuman.
 
PBB mengatakan sebagian besar pelakunya dilaporkan adalah anggota kelompok-kelompok milisi muda dan unsur-unsur pasukan yang setia kepada Wakil Presiden Pertama Taban Deng Gai dan Pasukan Pertahanan Rakyat Sudan Selatan.
 
Namun, seorang pejabat senior pemerintah Sudan Selatan di ibukota Juba mengatakan bahwa laporan itu tidak realistis dan dia menuduh LSM menggunakan masalah ini untuk mengumpulkan uang.
 
“Tidak ada yang bisa membayangkan bahwa lebih dari seratus wanita diperkosa hanya dalam satu bulan tanpa informasi yang bocor kepada orang tua, kepada suami mereka atau saudara mereka,” kata Dhieu Mathok Diing, seorang menteri dalam pemerintahan Presiden Salva Kiir.
 
“Ketika Anda berbicara tentang kekerasan seksual, Anda bisa mendapatkan uang. Ini tidak etis, mereka adalah orang yang menggunakan ini sebagai bisnis yang sangat buruk," sambungnya seperti dimuat Reuters.[mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya