Berita

Prabowo Subianto dan Muchdi PR/Net

Politik

Kata Muchdi PR, Persahabatannya Dengan Prabowo Bagai DN Aidit Dan Natsir

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 | 05:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Ketua Umum Berkarya, Mayjen TNI (Purn) Muchdi Purwoprandjono mengaku bersahabat dekat dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Bahkan kata dia, persahabatan antar sesama mantan Danjen Kopassus itu tidak luntur lantaran dirinya memilih mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019. Padahal, Jokowi merupakan rival Prabowo.

Muchdi PR mengibaratkan persahabatannya dengan Prabowo itu seperti Ketua CC Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit dengan Ketua Umum Partai Masyumi M. Natsir, yang tetap bersahabat meski berbeda pandangan politik.


“Loh tapi kan masalah kawan ya kawan. Dulu Pak Natsir dan Pak Aidit juga berkawan. Tapi kan masalah pilihan politik itu masalah pilihan masing-masing,” ujarnya di posko Relawan Kotak Hijau, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (13/2).

Dia menguraikan bahwa Aidit dan Natsir pernah berdebat keras tentang dasar negara pasca Pemilu 1955. Aidit menginginkan azas komunis masuk dalam konstitusi. Sementara Natsir bersikeras untuk memasukkan dasar Islam.

Sekalipun perdebatan mereka keras, ternyata usai bersidang keduanya bersahabat cukup akrab.

Muchdi mengaku mendukung Jokowi lantara empat tahun kepemimpinan mantan gubernur DKI Jakarta itu telah membuahkan kemajuan yang signifikan.

“Saya jelaskan yang namanya Jokowi itu dalam empat tahun ini kan sudah jelas lah gitu ya. Sudah jelas yang dilakukan oleh Jokowi yang tidak dilaksanakan oleh presiden yang lalu setelah reformasi,” tandasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya