Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

Natalius Pigai: Saya Dulu Membenci Prabowo

RABU, 13 FEBRUARI 2019 | 20:09 WIB | LAPORAN:

Lain dulu lain sekarang. Dulu membenci tetapi kini menjadi pendukung. Begitulah sikap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai terhadap Prabowo Subianto.

"Dulu saya orang yang membenci tetapi kini saya ada di sisimu Pak Prabowo," kata Pigai, Rabu (13/2).

Moralitas Prabowo yang membuat Pigai berubah. Bagi dia moralitas Prabowo tak perlu diragukan. Prabowo orang yang tulus. Cara mengukurnya, kata Pigai, sederhana.


Prabowo mengorbitkan Jokowi dari Solo ke Jakarta. Prabowo memaksa Megawati agar PDIP mengusungnya sebagai calon gubernur Jakarta. Selain memaksa Mega dan dukungan gratis Partai Gerindra, menurut Pigai, Prabowo juga membantu Rp 67 miliar untuk pemenangan Jokowi. Uang berasal dari kantong pribadi keluarga Prabowo.

Hal yang sama dilakukan Prabowo terhadap Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dan Ridwan Kamil. Prabowo mengambil Ahok yang notabene berasal dari minoritas, dan menjadikannya sebagai wakil gubernur DKI. Ridwan Kamil yang hanya seorang dosen di Bandung juga dipilih dan dicalonkan Prabowo melalui Partai Gerindra hingga bisa menjadi wali kota Bandung.

Pigai punya penilaian lain terkait sikap Jokowi, Ahok dan Emil saat ini. Jokowi kembali menjadi penantang Prabowo di pilpres sementara Emil dan Ahok yang baru-baru ini memegang kartu anggota PDIP, mendukung Jokowi.

"Hanya karena ambisi jabatan, kekuasaan dan uang, mereka bersatu menghantam (Prabowo) yang tulus melambungkan nama meraka di belantikan politik negeri ini," tukas aktivis kelahiran Pinai, Papua, 28 Juni 1975 itu.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya