Berita

Said Didu (empat dari kiri)/RMOL

Politik

Said Didu: Infrastruktur Jokowi Inkonsisten!

RABU, 13 FEBRUARI 2019 | 18:29 WIB | LAPORAN:

. Pembangunan infrastruktur Joko Widodo yang cenderung diambil secara tiba-tiba, dan tidak sesuai dengan konsep awal dinilai sebagai bentuk nyata dari inkonsistensi pemeritah.

Kebijakan semacam itu diyakini justru membuat rumit pembangunan negeri ini.

Pengamat industri nasional, Said Didu mengatakan, tidak sedikit dari kebijakan Jokowi yang cenderung menunjukkan inkonsistensi. Salah satu contohnya terkait kereta cepat Jakarta-Bandung yang awalnya sudah condong ke Jepang.


"Tahu-tahu pindah ke China. Jadi begitu saja, ad hoc instan sehingga semua mengalami masalah di tengah jalan," ujar Said Didu dalam diskusi KedaiKOPI di kawasan Juanda, Jakarta, Rabu (13/2).

Inkonsistensi yang lain, pada awalnya pemerintah lebih condong memilih pengembangan lapangan gas abadi di Blok Masela secara onshore (pipanisasi di darat).

"Tapi tiba-tiba Pak Sudirman Said (Menteri ESDM ketika itu) dipanggil, pindah dari onshore ke offshore. Banyak kebijakan yang agak aneh karena ad hoc," ungkap Said Didu.

Yang tidak kalah menghebohkan, yakni terkait janji Jokowi yang sedari awal pemerintahannya selalu menggembor-gemborkan ingin membangun tol laut.

"Dulu kita terhipnotis akan terjadi tol laut, yang ada malah banyak meresmikan tol darat. Inkonsistensi kebijakan jangka panjang ini yang akan buat rumit ke depan. Jadi saya ingin bertanya ada apa sebenarnya yang terjadi di kekuasaan," demikian Said Didu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya