Berita

Rendhika Deniardy Harsono/Net

Politik

Caleg PPP Ini Akan Jungkirbalikkan Prediksi Survei Charta Politika

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 | 11:59 WIB | LAPORAN:

. Lembaga survei Charta Politika merilis tingkat pengenalan dan elektabilitas caleg DPR RI di daerah pemilihan DKI Jakarta. Dari hasil survei ternyata tidak satupun caleg PPP yang disebut.

Menyikapi hasil survei itu, politisi muda PPP Rendhika Deniardy Harsono mengatakan berdasarkan pengalaman Pemilu yang telah digelar selama ini, hasil survei selalu berbeda dengan kenyataan.

"Kami (PPP) tetap optimis. Sebab dari Pemilu ke Pemilu selalu berhasil menjungkirbalikkan prediksi-prediksi seperti itu. Terutama sejak Pemilu 2009," kata anggota DPRD DKI yang kini maju sebagai caleg DPR RI dapil DKI II, Selasa (12/2).


Dia menegaskan sebagai partai lama dan berpengalaman, PPP memiliki akar rumput yang kuat dan loyal di Jakarta. Pihaknya memastikan, seluruh caleg PPP bekerja keras untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.

"Masyarakat sudah tahu track record partai dan caleg mana yang memiliki daerah binaan dan berkomitmen terhadap rakyat. Kami tenang-tenang saja kok, tidak terpengaruh. Kami punya segmentasi khusus. Kita lihat saja nanti hasil Pemilu 2019," kata Rendhika Deniardy.

"Apalagi kami sudah memonitor dan memetakan pergerakan pihak-pihak yang mengedepankan cara-cara pragmatis untuk mendapatkan dukungan suara dari masyarakat," tambahnya.

Berdasarkan hal tersebut, Rendhika berkeyakinan di Jakarta, khususnya dari Dapil II akan ada wakil kader PPP yang duduk di Parlemen.

Faktor lainnya, lanjut Rendhika, telah tertanam di hati warga Jakarta kalau PPP adalah representatif umat Islam.

"Kami tidak khawatir suara PPP tergerus. Masyarakat sudah sangat rasional, kembali ke rumah besar umat Islam," tutur Rendhika.

Charta Politika sebelumnya merilis hasil survei caleg-caleg di DKI. Khususnya di Dapil II (Kepulauan Seribu, Jakarta Utara dan Jakarta Barat) ada 7 kursi DPR yang diperebutkan.

"Masa dari 7 kursi itu tidak ada di antaranya yang diisi oleh kader PPP," demikian Rendhika. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya