Berita

Priyo Budi Santoso/Net

Politik

Sikap Muchdi PR Tidak Ubah Garis Dukungan Berkarya Ke Prabowo

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 | 00:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dukungan Wakil Ketua Umum Partai Berkarya Mayjen TNI (Purn) Muchdi PR kepada pasangan Joko Widodo-Maruf Amin, tidak mengubah garis partai dalam mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso menyatakan bahwa garis partai tetap konsisten dengan arah Ketua Umum Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

“Pegangan saya adalah garis Ketua Umum Tommy Soeharto, juga pandangan Ketua Wantim Titiek Soeharto dan Ketua Wanhor Laksamana Tedjo Eddy, para waketum, bendum, organ-organ inti partai dan suasana kebatinan DPW dan DPD Berkarya se-Indonesia,” ungkap Priyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (11/2).


Mantan wakil ketua DPR itu menegaskan bahwa garis partai masih tetap kepada pasangan nomor urut 02, tidak bergeser sedikitpun.

“Tidak berpaling kepada yang lainnya,” tegas Priyo.

Bahkan Berkarya telah memerintahkan kepada semua DPW dan DPD se-Indonesia, untuk fokus pada dwi sukses partai yaitu sukses memenangkan pileg dan sukses mengantarkan Prabowo sebagai presiden. Imbauan serupa juga telah diserukan kepada semua ormas pendiri,  para caleg di semua tingkatan, dan relawan se-Indonesia.

Untuk itu, Priyo kembali menegaskan bahwa pilihan Muchdi PR mendukung Jokowi-Maruf merupakan keputusan pribadi. Partai Berkarya, sambungnya, menghargai keputusan politik tersebut.

“Sikap Pak Muchdi adalah pendapat dan manuver pribadi beliau yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Partai Berkarya,” pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya