Berita

Lius Sukharisma/RMOL

Politik

Jubir Keluarga Ahmad Dhani: Saya Mohon Pengadilan Jangan Ikut Berpolitik

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 18:55 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Jurubicara keluarga Ahmad Dhani, Lius Sukharisma meminta agar lembaga peradilan tidak ikut berpolitik dalam menangani kasus Dhani.

"Tegakkan hukum sebagaimana adanya," kata Lius saat mengantarkan surat permohonan penanguhan penahanan di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Senin (12/2).

Penetapan Dhani yang ditahan selama 30 hari tidak lazim, dimana keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis 1,5 tahun penjara oleh Dhani masih diajukan banding.


"Kalau banding itu artinya putusan pengadilan yang menghukum dia 1,5 tahun itu belum inkrah, belum final, belum memiliki hukum pasti, jangan ditahan dong. Apalagi dipindah tahanannya, ini zalim," ujar Lius.

Peristiwa ini menurutnya merupakan perilaku yang menunjukkan kesombongan arogansi penguasa. Jika Dhani yang begitu vokal diperlakukan seperti ini bagaimana dengan rakyat biasa.

"Ini yang menurut saya tidak boleh terjadi," sebut Lius.

Surat penangguhan penahanan telah ditandatangani oleh ibu dan dua anak Dhani. Ada tiga alasan yang akan disampaikan terkait permohonan penangguhan penahanan tersebut.

Pertama, Dhani masih memiliki anak bayi yang butuh perhatian. Kedua, putusan PN Jaksel belum inkrah atau berkekuatan hukum tetap karena telah mengajukan banding dan Dhani bersikap kooperatif baik dalam pemeriksaan maupun persidangan. Ketiga, keluarga menjamin Dhani tidak akan melarikan diri.

Karena itu demi keadilan dan kesamaan perlakuan di depan hukum, pihak keluarga berharap Pengadilan Tinggi Jakarta mengabulkan permohonan penangguhan penahana tersebut.

"Saya yakin masih ada aparat penegak hukum yang berhati bersih," tutup Lius Sukharisma. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya