Berita

Muchdi Purwoprandjono/Net

Politik

Partai Berkarya: Dukungan Muchdi PR Ke Jokowi Atas Nama Pribadi Bukan Partai

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 | 16:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Dukungan Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Berkarya, Muchdi Purwoprandjono kepada pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf adalah dukungan pribadi.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/2).

"Dukungan pak Muchdi ke nomor urut 01 Jokowi-Maruf adalah dukungan pribadi bukan atas nama Partai Berkarya," ujar Baharuddin.


Menurutnya, meskipun posisi Muchdi PR sebagai salah satu pendiri partai sekaligus anggota Majelis Tinggi, namun itu sikap pribadinya dan tidak berkaitan dengan partai.

"Jadi, itu adalah dukungan pribadi bukan dukungan atas nama Partai Berkarya," tegas Baharuddin.

Adapun sikap Partai Berkarya secara kelembagaan tetap mendukung penuh paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi untuk Pilpres 2019.

"Partai Berkarya sebagai pendukung capres-cawapres paslon 02 Prabowo-Sandi tetap berada di barisan pemenangan capres 02," tegasnya.

Namun demikian, lanjut Baharuddin, pihaknya tetap menghargai pilihan politik mantan Danjen Kopassus itu untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf karena berbagai alasan. Sebab, pemilu legislatif juga menjadi fokus Partai Berkarya agar lolos ambang batas parlemen.

"Partai menghargai hak politik para kader. Partai juga menghimbau untuk fokus pemenangan pileg, siapapun presiden terpilih, partai wajib lolos PT 4 persen tingkat nasional, sehingga fokus perjuangan lewat parlemen sebagai mitra pemerintah adalah yang utama," demikian Baharuddin.

Mayjen TNI (Purn) Muchdi PR merupakan purnawirawan TNI yang masih aktif sebagai petinggi Partai Berkarya pimpinan Tommy Suharto. Dia terlihat hadir dalam silaturahmi 1.000 purnawirawan TNI-Polri bersama Capres Joko Widodo di Jiexpo Kemayoran, Minggu (10/2). Dalam silaturahmi tersebut, para purnawirawan secara terbuka memberikan dukungannya kepada paslon 01. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya