Berita

Puteri Ubolratana/Net

Dunia

10 Fakta Soal Puteri Ubolratana, Kakak Raja Thailand Yang Maju Jadi Calon PM

JUMAT, 08 FEBRUARI 2019 | 21:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Puteri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi menjadi sorotan dunia hari ini (Jumat, 8/2) setelah mengajukan diri sebagai kandidat calon perdana meneri Thailand.

Kakak perempuan Raja Maha Vajiralongkorn tersebut dinyatakan sebagai kandidat perdana menteri utama untuk partai yang setia pada perdana menteri yang digulingkan Thaksin Shinawatra dalam pemilihan umum 24 Maret mendatang.

Pencalonannya ini menjadi sorotan karena Puteri Ubolratana mematahkan tradisi lama keluarga kerajaan Thailand yang menjauhi politik.


Dia akan berhadapan dengan pemimpin junta militer yang berkuasa, Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang juga mengumumkan pencalonannya pada hari ini.

Untuk mengenal lebih dekat sosoknya, berikut 10 fakta tentang Puteri Ubolratana, seperti dikutip Reuters:

1. Putri pertama mendiang Raja Bhumibol Adulyadej
Ubolratana lahir di Lausanne, Swiss pada tahun 1951. Dia adalah anak pertama dari Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit saat ayahnya sedang belajar sains di Universitas Lausanne. Dia diberi gelar Yang Mulia, Chao Fa (wanita dari langit) sebelum keluarganya pindah kembali ke Thailand pada bulan Desember tahun itu.

2. Menyabet emas di Southeast Asian Games 1967
Di masa remajanya di tahun 1960an, Puteri Ubolratana berbagi kecintaan ayahnya pada olahraga dan menjadi mitra favoritnya dalam bermain tenis, bulu tangkis, dan berlayar dengan perahu kecil. Pasangan ini berbagi medali emas dalam berlayar di Southeast Asian Games pada tahun 1967.

3. Lulusan fisika nuklir

Pada tahun 1969, sang puteri berangkat ke Boston untuk belajar fisika nuklir di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston. Kemudian di tahun 1975, dia menerima gelar master dalam kesehatan masyarakat di University of California, Los Angeles.

4. Melepas gelar kerajaan
Semasa kuliah, dia bertemu dengan seorang pria Amerika Serikat, Peter Jensen di MIT. Keduanya pun menikah tahun 1972. Dia melepaskan gelar kerajaan seperti yang dipersyaratkan jika memilih untuk menikahi orang asing. Meski begitu, dia tetap diperlakukan sebagai putri penuh, dengan staf kerajaan yang bersujud di kakinya.

5. Tidak pulang delapan tahun
Setelah lulus dari MIT tahun 1973, Puteri Ubolratana kemudian menetap di California selatan dan mengambil nama Julie Jensen. Dengan Peter Jensen, dia dikaruniai tiga anak. Sejak saat itu, dia tidak  tiga anak dengan Jensen dan tidak kembali ke Thailand selama delapan tahun.

6. Mendirikan yayasan
Sejak awal 1990an, Sang puteri lebih sering melakukan perjalanan ke Bangkok dan bergabung dengan ibunya, Ratu Sirikit, di acara-acara amal dan pesta. Dia juga kerap muncul di sampul majalah Thailand, pesta masyarakat dan acara mode.

Kemudian di tahun 1992, dia mendirikan Yayasan Ubolratana di bawah perlindungan Ratu, yang mendukung anak-anak yatim piatu karena penyakit terkait HIV.

7. Pernikahannya kandas
Tahun 1998, Ubolratana dan Jensen bercerai dan dia membawa ketiga anak mereka kembali ke Thailand dan melanjutkan tugas kerajaan. Ketiga anaknya menerima kewarganegaraan Thailand dan diperlakukan sebagai bangsawan.

Namun baru tahun 2001 Ubolratana dan anak-anaknya secara permanen kembali ke Thailand. Dia disebut sebagai "Tunkramom Ying" yang berarti, "Putri Bupati Ratu".

8. Jadi bintang opera sabun
Tahun 2008, Puteri Ubolratana berperan sebagai seorang putri dalam opera sabun yang ditetapkan pada periode Ayutthaya, yakni "Kasattriya".

Kemudian pada tahun 2008, dia membuat debut layar perak dengan bermain di "Where the Miracle Happens", sebuah film yang diangkat berdasarkan novel yang ditulisnya di mana dia berperan sebagai seorang pengusaha wanita yang menjadi guru sukarela.

9. Putranya jadi korban tsunami
Tahun 2004, Puteri Ubolratana yang bernama Bhuni meninggal dunia dalam tsunami yang terjadi di Samudra Hindia.

10. Dekat dengan keluarga Shinawatra
Tahun 2018 lalu beredar foto-foto Ubolratana, Thaksin dan saudara perempuannya, mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra, di Piala Dunia di Rusia. Saat ini dia kemudian maju dari partai yang juga mendukung keluarga Shinawarta. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya