Berita

Capres Prabowo Subianto bersama FSPMI/RMOL

Politik

Gerindra Dan Buruh Sama-Sama Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat

KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 | 04:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Calon presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Hall Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (6/2).

Prabowo disambut langsung Presiden FSPMI Said Iqbal serta pasukan garda metal yang membuat barikade. Para buruh menyanyikan yel-yel serikat pekerja dan meneriakkan ganti presiden 2019.

"Siapa kita, Prabowo-Sandi. 2019, ganti presiden. Tepuk tangan yang meriah untuk presiden kita Prabowo Subianto," kata Said Iqbal di hadapan ribuan buruh.


Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan rasa hormat dan terima kasihnya kepada seluruh buruh dan serikat pekerja.

"Kawan-kawan pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dan KSPI. Selamat ulang tahun FSPMI ke-20," ujarnya.

Menurut Prabowo yang juga ketum Partai Gerindra, hari ulang tahun FSPMI bertepatan dengan ulang tahun partainya. Karena itu, dia menilai bahwa Tuhan telah menyatukan kesamaan visi dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Hari ini adalah juga hari ulang tahun Partai Gerindra. Bayangkan, kok bisa ulang tahun kita sama, artinya sangat besar kemungkinan bahwa sudah dari sananya mengatur hati kita jadi satu untuk memperjuangkan hak dan kemakmuran rakyat Indonesia," paparnya.

Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu mengungkapkan bahwa yang pertama kali mendukung dan memintanya menjadi presiden di pilpres kali ini adalah serikat pekerja dan buruh, sebelum partai politik menyatakan dan memberikan dukungan resmi.

"Pada tanggal 1 mei 2018 di Istora Senayan belum ada partai yang mendukung saya tapi kawan-kawan buruh sudah meminta saya untuk maju sebagai presiden. Maka saya sangat merasa terhormat dan terharu atas militansi dan keberanian kalian," jelas Prabowo.

Prabowo menerima mandat dan kepercayaan yang diberikan serikat buruh dan parpol untuk maju dalam pilpres karena memahami dan mengerti apa yang harus dilakukan dalam menata dan mengelola Indonesia menjadi lebih baik.

"Saya maju karena benar-benar kita mengerti apa yang harus kita lakukan, dan kita paham untuk mengubah kehidupan bangsa Indonesia. Karena kita tahu betapa kaya negara kita. Kalau kita miskin ngapain orang-orang asing ke sini. Dari dulu orang asing yang ke sini, Belanda yang kesini bukan kita yang ke Belanda karena mereka ingin mengambil rempah-rempah kita kekayaan alam kita," papar Prabowo.

Karena itu, dia menegaskan jika diberikan mandat oleh rakyat untuk memimpin maka akan membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi. Dengan begitu, kehidupan masyarakat yang adil dan makmur dapat tercapai.

"Kita ingin membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi. Tidak ada jalan lain. Saya pelajari negara-negara kaya yang pemimpinnya tidak pandai mengelola karena pemimpinnya korupsi, negaranya pasti menjadi lemah," demikian Prabowo. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya