Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Rusia-Iran Singkirkan Dolar AS Dari Perdagangan Bilateral

RABU, 06 FEBRUARI 2019 | 21:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia dan Iran menyingkirkan dolar AS dalam perdagangan bilateral. Sebagai gantinya, kedua negara menggunakan mata uang rubel dan rial untuk pembayaran.

Hal itu diungkapkan oleh Dutabesar Rusia untuk Republik Islam, Levan Dzhagaryan pekan ini.

"Kami pada dasarnya telah menjatuhkan dolar AS dalam kerja sama dengan Iran, kami akan bergantung pada rubel Rusia dan real Iran, (dan) dalam kasus kebutuhan mendesak, pada euro, jika kami tidak memiliki pilihan lain," jelasnya, seperti dimuat Russia Today (Selasa, 5/2).


Dia menambahkan bahwa struktur perbankan di kedua negara memiliki potensi untuk mengatasi tugas yang tidak mudah itu.

Dia menambahkan bahwa meskipun ada upaya oleh negara-negara Eropa untuk tetap berdagang dengan Iran pasca Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian nuklir, namun upaya mereka masih belum sepenuhnya memenuhi kepentingan Teheran.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa sistem pembayaran yang baru-baru ini dibuat oleh Perancis, Jerman dan Inggris untuk memfasilitasi perdagangan dengan Iran menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Hal itu tidak mengubah keadaan urusan Teheran.

Dia menjelaskan bahwa Instrumen dalam Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX) hanya mencakup barang-barang yang tidak dimasukkan daftar hitam oleh Amerika Serikat, tetapi tidak berlaku untuk sektor-sektor penting perdagangan untuk Iran seperti minyak. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya