Berita

Dedi Mulyadi/RMOL Jabar

Nusantara

Dedi Mulyadi: Saatnya Pak Jokowi Menyerang, Elu Jual Gua Beli

RABU, 06 FEBRUARI 2019 | 16:02 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Calon Presiden Joko Widodo sudah terlalu sering mengambil sikap defensif, bertahan. Sudah saatnya, Jokowi menggunakan strategi menyerang. Seperti pepatah orang betawi, elo jual gua beli.

Pendapat itu disampaikan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi mengomentari sejumlah pernyataan Jokowi yang dinilai agresif menyerang kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Kalau kata orang betawi, elu jual gua beli. Memang sudah saatnya, Pak Jokowi menyerang," terang Dedi kepada RMOL Jabar di Hotel Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (6/2).


Mantan Bupati Purwakarta itu mengatakan, tuduhan-tuduhan yang dilancarkan oleh kubu pendukung Capres-Cawapres nomor urut 02 kepada Jokowi dinilainya sudah terlalu berlebihan untuk didiamkan.

“Kalau terus bertahan dalam serangan membabibuta maka akan membangun perspektif negatif pemikiran publik. Kalau berita bohong terus-terusan disebarkan, data bohong terus-terusan disebarkan, maka publik akan mengansumsikan apa yang diterima adalah benar," ujar dia.

Lebih jauh Dedi mengatakan, pernyataan “menyerang” yang disampaikan Jokowi diharapkan bisa memberikan energi baru bagi para pendukungnya terutama yang bergerak dalam Tim Kampanye Daerah.

"Kalau dalam strategi tinju, defense terus lama-lama penonton khawatir. Pak Jokowi juga harus bangkit untuk menunjukkan calon kita berani. Jadi itu adalah bagian dari keinginan orang-orang di sekitar Pak Jokowi yang berharap Pak Jokowi bukan hanya bisa bertahan tapi juga bisa menyerang," tandas dia. [yls]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya