Berita

Dunia

Kepala Perundingan Taliban: Perdamaian Lebih Sulit Daripada Perang

RABU, 06 FEBRUARI 2019 | 14:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Taliban tidak memiliki keinginan untuk merebut seluruh wilayah Afghanistan dengan kekuatan militer.

"Hal itu tidak akan membawa perdamaian ke Afghanistan," kata pejabat Taliban yang memimpin perundingan damai dengan Amerika Serikat, Sher Mohammad Abbas Stanikzai (Selasa, 5/2) ketika menghadiri pertemuan di Moskow dengan sejumlah politisi senior oposisi Afghanistan.

Namun dia mengatakan kelompok itu tidak akan menyetujui gencatan senjata sampai pasukan asing ditarik dari Afghanistan.


Stanikzai sendiri sampai saat ini adalah kepala kantor politik Taliban di Qatar dan tetap menjadi tokoh utama dalam kelompok itu.

Dia mengatakan pengalaman Taliban dalam kekuasaan pada 1990-an, ketika menghadapi oposisi bersenjata dari kelompok-kelompok saingan Afghanistan, telah membuat kelompok itu menyimpulkan bahwa lebih baik untuk mencapai solusi dengan "datang ke meja".

"Perdamaian lebih sulit daripada perang," tambah Stanikzai, menyinggung kesulitan dalam mencapai penyelesaian, seperti dimuat BBC.

Namun dia menyatakan harapan bahwa konflik itu dapat diakhiri.

Stanikzai telah mengawasi serangkaian pertemuan dengan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad, dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Januari, mereka mencapai apa yang disebut Khalilzad sebagai "kerangka kerja" perjanjian. Hal itu didasarkan pada komitmen untuk menarik pasukan Amerika Serikat dari negara itu, dan jaminan oleh Taliban untuk tidak membiarkan kelompok-kelompok jihadis internasional menggunakan Afghanistan sebagai pangkalan di masa depan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya