Berita

Mourinho/Net

Dunia

Eks Bos Manchester United Akui Gelapkan Pajak Di Spanyol

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 | 22:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan bos Manchester United Jose Mourinho mengakui penipuan pajak yang dilakukannya di Spanyol. Dia menyetujui hukuman penjara di negara tesebut sebagai konsekuensi atas kesalahan yang dia buat. Namun, dia tidak akan mendekam di balik jeruji besi.

Hukuman penjara selama satu tahun sebagai gantinya akan ditukar dengan denda senilai 182.500 euro. Denda itu akan ditambahkan ke denda terpisah sebesar 2 juta euro yang juga dibebankan kepadanya.

Mourinho dituduh menggelapkan 3,3 juta euro kepada otoritas pajak Spanyol semasa mengelola Real Madrid pada tahun 2011-2012.


Dikabarkan BBC, jaksa Spanyol mengatakan ia telah menciptakan perusahaan lepas pantai untuk mengelola hak gambar dan menyembunyikan pendapatan dari pejabat pajak. Hak gambar mencakup penggunaan rupa, suara, tanda tangan, dan tingkah laku seseorang, dan bisa sangat menguntungkan bagi pemain sepak bola dan manajer.

Kepindahan Mourinho ke Manchester United pada 2016 bahkan tertunda setelah muncul tim sebelumnya, Chelsea, yang memiliki merek dagang atas namanya.

Jaksa penuntut Spanyol mengatakan bahwa Mourinho yang mengantongi kewarganegaraan Portugal itu telah mendirikan banyak badan usaha di Kepulauan Virgin Inggris dan di tempat lain.

Hal itu sengaja dirancang untuk mengaburkan keuntungan finansialnya dari kesepakatan semacam itu dan tidak diumumkan dalam laporan pajaknya setelah dia pindah ke Spanyol. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya