Berita

Nicolas Maduro/Net

Dunia

Bak David Vs Goliath, Intervensi Militer AS Ke Venezuela Akan Buat Tangan Trump Berlumuran Darah

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 | 11:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donad Trump akan bertanggung jawab atas pertumpahan darah jika dia terlibat secara militer di Venezuela.

Begitu peringatan keras yang dikeluarkan oleh Presiden Venezuela, Nicolas Maduro awal pekan ini. Dia menggambarkan potensi konflik tersebut sebagai skenario "David melawan Goliath".

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Spanyol Jordi Evole, dan dimuat ulang Russia Today (Senin, 4/2), Maduro mengutip Alkitab dan bencana militer Amerika Serikat di masa lalu dalam upaya untuk mencegah Washington mengambil tindakan militer terhadap Caracas.


"Berhenti. Berhenti, Trump! Tahan di sana! Anda membuat kesalahan yang akan membuat tangan Anda berlumuran darah dan Anda akan membiarkan kepresidenan ternoda darah," kata Maduro.

Dia memperingatkan bahwa potensi perang dapat berarti "Perang Vietnam" baru bagi Washington.

Trump sendiri diketahui telah mengesampingkan negosiasi apa pun sambil mempertahankan bahwa mengirim militer Amerika Serikat ke Venezuela adalah sebuah pilihan.

Menanggapi hal itu, Maduro menggambarkan potensi konfrontasi militer dengan Amerika Serikat sebagai perjuangan "David melawan Goliath" yang akan disesali Trump.

"Jika kekaisaran Amerika utara menyerang kita, kita harus mempertahankan diri. Kita tidak akan menyerahkan Venezuela," tegas Maduro.

"Kami juga memiliki rahasia kami, dan kami memiliki umban kami. Pengumban David ada di tangan kita," tegasnya. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya