Berita

Dunia

5 Cara Mengundang Keberuntungan Di Tahun Baru Imlek

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 | 10:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tahun baru Imlek atau dikenal juga di China sebagai Festival Musim Semi dirayakan warga Tionghoa di seluruh dunia pada hari ini (Selasa, 5/2).

Tapi jangan berpikir perayaan hanya berjalan selama dua hari. Festival Musim Semi sebenarnya berlangsung selama 15 hari, mulai dari bulan baru di Hari Tahun Baru sampai bulan purnama di Festival Lentera.

Di negeri tirai bambu China, toko-toko tutup selama lima hari pertama musim liburan panjang mereka sehingga sebagian besar belanja harus dilakukan sebelum tanggal tersebut. Libur panjang dilakukan untuk menyambut tahun baru dengan upacara besar dan sejumlah tradisi yang dirancang untuk menyatukan keluarga dan menarik kemakmuran di tahun mendatang.


Mengutip ABS-CBN News, lima hal ini bisa dilakukan untuk mengundang keberuntungan di tahun baru China.

1. Menyapu nasib buruk dengan rumah yang bersih
Pada hari-hari menjelang Hari Tahun Baru, warga Tionghoa biasanya sibuk membersihkan rumah mereka. Pada prinsipnya adalah untuk membersihkan semua nasib buruk di tahun sebelumnya dan  mempersiapkan rumah untuk menerima nasib baik tahun depan. Rumah yang bersih adalah sumber kebahagiaan.

2. Jangan lupa ikan di sajian malam tahun baru
Warga Tionghoa biasanya serius mempersiapkan pesta Tahun Baru China. Dalam acara khusus, setidaknya 10 hidangan disajikan dan para tamu makan selama berjam-jam. Sejumlah kudapan bisa disajikan untuk keluarga, namun jangan lupa menyertakan ikan. Itu karena kata China untuk "surplus" atau "untung" terdengar mirip dengan kata untuk ikan. Itu sebabnya mereka percaya makan ikan akan membawa kekayaan di tahun baru. Lagipula, tidak ada salahnya mengkonsumsi ikan, karena sumber protein yang sangat baik dan juga sehat.

3. Hiasan merah
Perta Tahun Baru Imlek selalu dihiasi berbagai macam pernah-pernik berwarna merah. Pecinan di seluruh dunia berubah menjadi parade merah mulai dari lentera merah hingga poster dan kertas bertuliskan tokoh keberuntungan. Bukan hanya hiasan di jalanan, lokasi bisnis, etalase, dan rumah dan pada dasarnya setiap tempat yang ingin menarik keberuntungan dihiasi dengan dekorasi merah. Warna merah dikaitkan dengan kekayaan budaya China, dan ini adalah salah satu tradisi yang mereka anut bukan hanya di China tetapi juga di diaspora mereka di seluruh dunia.

4. Barongsai Warga Tionghoa percaya bahwa naga membawa keberuntungan, dan itulah sebabnya tarian barongsai dilakukan di hampir semua acara khusus. Dan jika Anda bertanya-tanya mengapa tarian barongsai biasanya digelar cukup lama dengan iringan alat musik, itu karena mereka percaya bahwa semakin lama naga berada dalam tarian, semakin banyak keberuntungan yang akan dihasilkannya kepada masyarakat. Bukan hanya itu, warga Tionghoa juga meyakini bahwa tarian barongsai juga menakuti roh jahat.
5. Melunasi utang
Hal ini mungkin terasa sulit bagi sejumlah orang, namun melunasi utang merupakan praktik yang sehat sehingga orang tetap disiplin tentang keuangan mereka. Bagi warga Tionghoa, melunasi utang di awal tahun yang baru memiliki makna tradisional dan simbolis, yaitu untuk "menutup buku" di akhir tahun dan memulai halaman yang lebih beruntung di tahun baru. Gong Xi Fa Cai! [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya