Berita

Ferry Gustaman/RMOL Jabar

Nusantara

1.000 Petugas Sortir Masih Lowong Di KPU Sukabumi, Minat?

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 | 08:27 WIB | LAPORAN:

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi membutuhkan sekitar 1.000 personel.

Mereka akan dipekerjakan untuk proses sortir surat suara Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Iya, kita butuh 1000 tenaga sortir," ujar Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman, Selasa (5/2) seperti dilansir dari RMOL Jabar.


Petugas sortir tersebut nantinya akan menyortir sekitar 9,5 juta surat suara untuk DPRD Kabupaten Sukabumi, DPRD Provinsi, DPR, DPD, dan Pilpres.

"Makanya memerlukan ribuan petugas sortir," ucapnya.

Proses sortirnya sendiri akan dilaksanakan di Kecamatan Cibadak. Hal itu agar mudah termonitor dari kantor KPU Kabupaten Sukabumi.

"Harus ada pengawasan melekat terkait penyortiran dan pelipatan surat suara ini. Makanya prosesnya kita lakukan di sekitaran Cibadak," terangnya.

Informasi lowongan petugas sortir ini sudah disebar tapi masih sepi peminat. Berbeda ketika pelaksanaan sortir dilakukan di Palabuhanratu.

"Kalau saat ini masih sepi, mungkin nanti menjelang waktu penyortiran akan ramai. Kalau dulu di Palabuhanratu, beberapa bulan menuju penyortiran sudah ramai yang menanyakan," ujarnya.

Petugas sortir sendiri, akan mendapatkan upah sebesar Rp90 ribu per hari. Proses penyortiran tersebut biasanya membutuhkan waktu sekitar 14 hari.

"Biasanya dua minggu proses sortirnya. Bahkan menjelang akhir, biasanya ada penambahan petugas sortir. Itu untuk memenuhi target penyortiran," paparnya.

Sebelum penyortiran, kali ini KPU sudah mempersiapkan perlengkapan mulai dari spidol dan alat coblos lainnya.

"Kebutuhan di TPS sudah disetting. Alhamdulillah proses setting itu lancar. Apalagi dibantu pengamanannya oleh kepolisian," pungkasnya.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya