Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro/Net

Dunia

Italia Veto Langkah Uni Eropa Akui Kepemimpinan Oposisi Venezuela

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 18:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Italia memveto pengakuan Uni Eropa atas pimpinan oposisi Venezuela Juan Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai pemimpin negara tersebut.

Sumber Russia Today dari partai politik Italia Gerakan Bintang Lima, atau M5S, menyebut bahwa Roma telah secara efektif menggagalkan pernyataan Uni Eropa yang dimaksudkan untuk mengakui Guaido sebagai pemimpin sementara Venezuela jika Presiden Nicolas Maduro gagal untuk mengadakan pemilihan cepat.

Sumber itu menyebut, Italia mengumumkan veto pada pertemuan informal para menteri luar negeri Uni Eropa yang dimulai pada 31 Januari di Rumania.


Parlemen Eropa sendiri adalah badan Eropa pertama yang mengakui Guaido sebagai satu-satunya presiden sementara Venezuela yang sah sampai pemilihan presiden baru yang bebas, transparan dan kredibel dapat digelar untuk memulihkan demokrasi.

Parlemen Eropa mendesak Uni Eropa untuk mengikuti pengakuan serupa, tetapi upaya itu terhenti karena perselisihan internal.

Sejumlah negara Eropa secara terpisah mengakui kepala oposisi sebagai penjabat presiden Venezuela, termasuk Inggris, Perancis, Swedia, Spanyol, dan Austria.

Sementara itu Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan tegas menolak ultimatum Uni Eropa untuk mengadakan pemilihan cepat. Tetapi dia berjanji untuk mendorong reformasi politik.

Dia menyarankan agar pemilihan parlemen diadakan lebih awal dari tahun 2020, dengan alasan bahwa Majelis Nasional, yang merupakan badan legislatif yang didominasi oleh oposisi dan dipimpin oleh Guaido, perlu dilegitimasi ulang. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya