Berita

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan/RMOL

Politik

Sekjen Demokrat Ingatkan Jokowi Soal "Propaganda Rusia"

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 18:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan ikut menyayangkan Isu soal propaganda Rusia ini disampaikan Presiden Joko Widodo.

"Saya heran, narasi kampanye masih banyak yang bisa disampaikan, apalagi oleh incumbent," kata anggota DPR itu di akun Twitter ‏@hincapandjaitan, Senin (4/2).

Hinca berharap tidak ada dampak apa-apa dari penyataan kepala negara sekaligus petahana itu.


"Saya harap goresan ini tidak berdampak jauh atas hubungan diplomatik kita bersama Rusia," ungkapnya.

Terakhir, anak Asahan, Sumatera Utara ini mengingatkan semua pihak agar tidak menyeluarkan penyataan yang berpotensi membuat gaduh apalagi jadi blunder.

"Boleh menyerang, tapi jangan lupa, tugas penyerang adalah mencetak gol, bukan membuat blunder," tutup Hinca.

Baca: Klarifikasi Soal "Propaganda Rusia", Kedutaan: Kami Tidak Ikut Campur Urusan Dalam Negeri Indonesia

Isu soal "propaganda Rusia" disampaikan petahana Joko Widodo saat menghadiri kegiatan deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di  Kota Surabaya, Sabtu (2/2) lalu. Jokowi mengatakan dunia perpolitikan Indonesia saat ini dipenuhi banyak fitnah dan kabar bohong alias hoax.

Hari berikutnya, Minggu di Karanganyar, Jawa Tengah, Jokowi masih menggunakan istilah yang sama ditambah dengan istilah konsultan asing. DI sua tempat itu, Jokowi tidak menjelaskan istilah itu ditujukan kepada siapa dan kelompok apa. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya