Berita

Gerakan Rompi Kuning Tindouf/Net

Dunia

Kebebasan Bergerak Dibatasi, Warga Tindouf Tiru Gerakan Rompi Kuning Ala Perancis

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 17:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gerakan Rompi Kuning yang terjadi di Perancis sejak akhir tahun lalu menginsipirasi sejumlah warga Tindouf untuk melakukan aksi serupa.

Future of Sahara akhir pekan kemarin memuat kabar bahwa sejumlah warga di Tindouf melakukan aksi unjuk rasa dengan mengenakan rompi kuning. Aksi itu dilakukan antara tanggal 28 Januari hingga 1 Februari kemarin.

Bila aksi gerakan Rompi Kuning di Perancis dimotori oleh kemarahan warga akan rencana kenaikan pajak bahan bakar dan sejumlah kebijakan ekonomi Presiden Perancis Emmanuel Macron, Gerakan Rompi Kuning di Tindouf dimotori oleh kemarahan warga terhadap pemerintah Aljazair karena membatasi kebebasan bergerak di wilayah tersebut.


Pengunjuk rasa tersebut sebelumnya berkumpul di depan sekretariat umum Front Polisario di Rabouni.

Kabar yang sama menyebut bahwa kemarahan warga terjadi karena pemerintah Aljazair baru-baru ini menyita sejumlah paspor dari penduduk lokal Tindouf yang datang berkunjung dari negara-negara Eropa.

"Paspor adalah dokumen perjalanan yang harus dikembalikan kepada pemiliknya segera setelah polisi membubuhkannya," begitu bunyi laporan lokal mengutip para demonstran.

Demonstran lainnya menuduh polisi Aljazair melakukan pemerasan. Tidak puas dengan menyita paspor mereka di pos pemeriksaan, polisi umumnya meminta uang kepada pemilik paspor, mengancam mereka dengan memperpanjang keterlambatan pengembalian dokumen mereka.

Otoritas Aljazair umumnya menyimpan paspor yang disita hingga satu bulan.

"Kami berkewajiban untuk tinggal di Tindouf dalam satu bulan," kata salah seorang pengunjuk rasa lainnya. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya