Berita

Rocky Gerung/ RMOL Jabar

Nusantara

Rocky Gerung: Penguasa Kehilangan Kemampuan Berargumentasi

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 17:41 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pengamat politik Rocky Gerung menilai, pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk berargumentasi dengan publik yang memiliki pandangan berbeda, Untuk menutup ruang bagi mereka yang kritis, pemerintah memberlakukan berbagai aturan.

Berbicara di acara talkshow bertema, “Kategori Pemimpin Bangsa yang Bisa Mempererat Persatuan Bangsa,” di Ballroom Hotel Ibis, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Senin (4/2), Rocky menyebut, hal itu sebagai salah satu contoh cara berpikir ‘dungu” yang tidak sesuai dengan kaidah logika.

“Dari awal, kekuasaan yang dungu takut berhadapan dengan publik sendiri. Supaya tidak berhadapan dengan argumen kritis, dipakailah prinsip aturan. Bikin seminar pakai aturan, masuk kampus ada aturan. Kan kacau," kata Rocky seperti dilansir RMOL Jabar.


Dosen Filsafat Universitas Indonesia ini menyebut, narasi “Kami Pancasila” dijadikan alat untuk menyingkirkan pihak yang berbeda pandangan.

“Maka dalilnya “Kami Pancasila,” kemudian sepenuhnya di luar sana, non Pancasila (fundamentalis). Itu menghina. Itu yang tidak dimiliki penguasa, kemampuan berargumentasi," ujar Rocky.  

Rocky menilai, pemerintahan Jokowi gagal membuat persatuan di Indonesia. “Terbelahnya masyarakat menjadi bukti kegagalan Presiden Jokowi membuat persatuan," tandasnya.

Ia pun mengajak untuk mencari pemimpin yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan kata lain, mencari pemimpin yang mampu melawan kedunguan.

“Kejahatan pemimpin yang sangat tinggi itu adalah pemimpin yang mempertahankan kedunguannya. Sementara, pendidikan itu ada untuk bangsa, agar bisa bagaimana caranya berpikir," tandas Rocky. [yls]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya