Berita

Haikal Hasan/RMOL Jabar

Nusantara

Babe Haikal Nilai Pilpres Langsung Ingkari Sila Keempat Pancasila

SENIN, 04 FEBRUARI 2019 | 17:12 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Konsep pemilihan presiden secara langsung dinilai Ustaz Haikal Hassan, bukan sebagai wujud Pancasila. Mengacu pada sila keempat Pancasila, Indonesia seharusnya menerapkan sistem demokrasi terpimpin.

Pandangan itu disampaikan Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) itu saat berbicara dalam acara talkshow bertajuk Kategori Pemimpin Bangsa yang Bisa Mempererat Persatuan Bangsa, di Ballroom Hotel Ibis, Jalan Gatot Subroto, Bandung. Senin (4/2).

"Kerakyatan yang dipimpin, bukan satu orang, satu suara," kata ustaz yang akrab disapa Babe Haikal itu seperti dilansir RMOL Jabar.


Ia menilai, kata “hikmah” dalam sila keempat itu berarti hikmah dari Tuhan. Menurutnya, sila itu menghadirkan konsep kerakyatan yang dipimpin oleh dasar agama dalam bentuk kebijaksanaan yang tidak berpihak pada agama tertentu atau kelompok tertentu.

"Kebijaksanaan, dalam satu wadah yang namanya permusyawaratan perwakilan. Jadi, pilpres langsung, menurut pendapat saya, itu pengingkaran sila keempat," ujar dia.

Lebih jauh Babe Haikal mengatakan, dalam demokrasi terpimpin, harus ada MPR dan DPR yang mengendalikan Presiden.

"Saya punya referensi cukup bahwa sila keempat adalah wadah demokrasi Pancasila, agar demokrasi terpimpin. Selama ada Pancasila, harus ada DPR dan MPR yang mengendalikan Presiden. Saya siap berdebat langsung," tandas Haikal. [yls]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya