Berita

Foto: RMOL Sumsel

Nusantara

Baku Tembak Dengan Polisi, DPO Kasus Pembunuhan Tewas

JUMAT, 01 FEBRUARI 2019 | 20:13 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Seorang DPO (daftar pencairan orang) kasus pembunuhan dan pencurian meregang nyawa setelah dadanya tertembus timah panas. Ia tewas dalam baku tembak dengan polisi yang hendak menangkapnya.

DPO itu bernama Amin Rio Saputra, 30, warga Dusun Panglero Desa Semangus,  Kecamatan Muara Lakitan,  Kabupaten Musi Rawas (Mura). Ia digrebek oleh anggota Satreskrim Polres Mura, Jumat (1/2) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Tersangka yang mengetahui kedatangan petugas, justru langsung mengumbar tembakan membabi buta dengan senjata api rakitan jenis revolver miliknya.


"Saat petugas datang ke rumahnya, tersangka langsung menembaki anggota kita, sehingga anggota membalas tembakan untuk melumpuhkan tersangka dan mengenai bagian dada," terang Kapolres Mura AKBP Suhendro melalui Kabag Ops Kompol Handoko Sanjaya, seperti dilansir RMOL Sumsel.

Polisi sempat membawa tersangka ke Puskesmas Cecar untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Handoko, mengatakan, tersangka Amin masuk DPO karena terlibat dalam dua tindak pidana, yaitu pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan.

Tindak pidana pembunuhan dilakukan tersangka pada Desember 2017. Korbannya adalah Rudi Hartono, warga Desa Harapan Makmur SP IX HTI. Saat itu tersangka beraksi bersama rekan-rekannya; Rafik, Jun, Jon, Ahad dan Sur. Rafik sendiri saat ini sedang menjalani hukuman atas kasus tersebut.

Sedangkan kasus Curat yang melibatkan tersangka Amin terjadi di Dusun Panglero Desa Semangus, Muara Lakitan. Kejadian tersebut terjadi pada Desember, 2018 silam. Tersangka melakukan aksi pengancaman dan perampokan terhadap korban Argani dan Yanti di rumah korban. Saat itu tersangka beraksi bersama rekannya; Jun,Bok,Kar, Rid, Dol dan Res.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan 1 pucuk Senpira jenis Revolver, 22 amunisi aktif kaliber 5,56 serta 3 selongsong peluru kaliber 5,56. Terkait banyaknya amunisi aktif yang diamankan dari tersangka menurut Handoko, pihaknya akan melakukan pendalaman.  

"Itu akan kita dalami, kemungkinan akan memanggil pihak keluarga tersangka untuk dimintai keterangan," jelasnya. [yls]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya