Berita

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli/RMOL

Politik

Netizen Semangati RR: Orang "Pecatan" Lebih Baik Jika Terbukti Bawa Perubahan

RABU, 30 JANUARI 2019 | 13:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ekonom senior Dr. Rizal Ramli menyayangkan serangan buzzer yang tidak mengerti persoalan.

Sudah tidak mengerti apa yang diserang, diksi yang digunakan buzzer juga di situ-situ saja.

"Sejak kemarin sampai hari ini, ratusan serangan #buzzer, manusia dan BOT, foto wanita2 cantik, followers < 50. Serang RR soal utang yg bunganya kemahalan. Ndak ngerti masalah, miskin kosa kata, hanya: lu tua, pecatan, benci, data ngawur. Maaf admin delete, ngotorin wall," kata RR sapaan akrabnya di akun Twitter @RamliRizal, Rabu (30/1).


Keputusan RR Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur tersebut banyak didukung netizen. Misalnya Fita Fatimah di akun  @fitarealfita. Dia menyebutkan, buzzer yang menyerang RR adalah kelompok yang panik. Maka sudah tepat jangan diladeni.

"Itu hanya kelompok orang" Panik Pak, memang jangan di ladeni. Orang "pecatan" lebih baik apalagi yg sdh terbukti membawa perubahan baik utk sebuah Kota atau Negara, drpd org yg mrs punya "pengalaman" tetapi TIDAK bs Adil dan TIDAK bs menjaga Amanah," kata dia.

"Betul....gak faedah baca caci maki robot," timpal pemilik akun @merryalz.

Junet Kaswoto di akun @JunetKas ikut menyemangati RR. "Sabar pak, tetaplah memberi pencerahan soal ekonomi dan keuangan NKRI," ungkapnya.

Baca: Kesuksesan Tim Ekonomi Gus Dur: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, Utang Berkurang Dan Gini Ratio Rendah

Awalnya, Rizal Ramli menyampaikan rencana pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) sebesar 2 miliar dolar AS dengan yield 11,625 persen.

Namun, beberapa waktu kemudian, RR sapaan akrab pria itu mengoreksinya. Dia menyebutkan SUN dengan yield 11,625 persen adalah versi lama. Sementara yang terbaru sekitar 8,5 persen.

Meski demikian, angka itu masih menjadi yang tertinggi dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya