Berita

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli/RMOL

Politik

RR: Pilih Pemimpin Yang Komitmen Pada Kedaulatan Pangan, Bukan Pemburu Rente

SELASA, 29 JANUARI 2019 | 17:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Ajang pemilihan presiden (Pilpres) merupakan faktor penentu terkait nasib bangsa ke depan. Utamanya dalam sektor pangan yang merupakan sektor strategis di setiap negara.

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli menyebut salah satu tolok ukur dalam memilih pemimpin adalah komitmen untuk membangun kedaulatan pangan.

"Masyarakat dalam memilih presiden harus yang berpihak dengan rakyat, kalau tidak dekat dengan rakyat kita akan hilang kesempatan lagi karena salah pilih," ujar RR dalam diskusi publik bertajuk "Jokowi Raja Impor?" di kantor Seknas Prabawo-Sandi, Menteng, Jakarta, Selasa (29/1).


RR mengingatkan sikap keberpihakan kepada rakyat itu bukan dengan berpihak kepada impor karena bagi-bagi rente kepada pengusaha.

"Akibat kelangkaan semu, itulah yang jadi justifikasi dan mengimpor ugal-ugalan, bagi bagi rente kepada pengusaha. Akibat kelangkaan semu jadi ada insentif," ungkapnya.

Sambung RR, karena menjadi kebiasaan di setiap massa, akhirnya kebijakan itu mematikan ekonomi petani. Petani pun enggan meningkatkan produksinya karena trauma dengan harga yang tidak berpihak kepada petani.

"Bayangkan negara yang banyak matahari, tanah, dan air harusnya kita jadi lumbung pangan Asia. Kita bisa kasih makan di Asia dan Afrika yang miskin. Tapi karena permainan pemburu rente ini setiap ada masalah, langsung impor," tegasnya.

Maka dari itu, dalam periode 2019-2024 nanti, Menko Prekonomian era Presiden Gus Dur ini berharap presidennya memiliki komitmen yang tinggi terhadap kedaulatan pangan.

"Solusinya tahun 2019-2024 kita mencapai kedaulatan pangan, kita perlu presiden yang modalnya bukan slogan,  bukan kampanye, tapi sungguh-sungguh mewujudkan kedaulatan pangan," tandas RR. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya