Berita

Foto: Net

Politik

LRT Jabodebek Kemahalan, Menkeu Kok Tidak Bawel?

RABU, 23 JANUARI 2019 | 11:32 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) sejak awal memang menimbulkan kontroversi hingga akhirnya mangkrak karena sumber pembiayaan tidak jelas.

Begitu pandangan Sekjen jaringan aktivisi Pro Demokrasi (Prodem) Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/1).

“Banyak monumen tiang-tiang pondasi yang mangkrak bertahun-tahun,” kata Satyo.


Satyo mengingatkan, semasa gubernur DKI Jakarta dijabat Joko Widodo sempat ingin melanjutkan proyek tersebut, namun kandas lantaran konsorsium proyek tidak menunjukkan performanya.

Hingga Jokowi menjadi presiden, terbitlah Perpres 49/2017 soal percepatan pembangunan LRT meskipun dengan nilai proyek membengkak Rp 29 triliun dari semula Rp 24 triliun.

"Masalah tidak berhenti di situ karena pada akhirnya pemerintah tidak sanggup membiayai proyek LRT dari APBN," urai Satyo.

Di sinilah, sambung Satyo, muncul persoalan biaya investasi proyek dinilai terlalu mahal. PT Adhi karya selaku kontraktor penugasan mengadopsi skema Design Build Finance (DBF) dengan pembayaran angsuran setelah 3-4 tahun LRT beroperasi.

Bahkan, Wapres JK ikut berkomentar.
"Dan yang mengherankan mengapa Jokowi dan tim menteri ekonomi khususnya Menteri Keuangan yang biasanya bawel soal pembatasan anggaran tidak berisik terkait terlalu mahalnya nilai proyek LRT Jakarta Bekasi Bogor itu. Ada apa?” tanya aktivis mahasiswa 98 ini.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya