Berita

Pasangan capres Jokowi-Ma'ruf/Net

Politik

Banyak Janji Baru, Jokowi Bakal Semakin Ditinggalkan

RABU, 23 JANUARI 2019 | 05:52 WIB | LAPORAN:

Debat Pilpres 2019 putaran pertama yang digelar 17 Januari lalu menjadi perhatian publik. Banyak soal yang dinyatakan pasangan capres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ditanggapi masyarakat.  

Pengamat politik Panji Nugraha melihat, beberapa pernyataan Jokowi dianggap blunder. Membuka mata publik jika petahana inkonsisten antara kerja dengan pernyataan.

"Jokowi banyak melakukan banyak blunder. Mulai dari pernyataan soal impor, caleg mantan napi koruptor dan kemudian soal badan legislasi nasional. Justru yang diungkap Jokowi berbalik menjadi pertanyaan publik, kenapa Jokowi tidak melakukannya selama ia memerintah," tuturnya kepada redaksi, Rabu (23/1).


Panji mengatakan, debat pilpres perdana justru semakin mencerahkan masyarakat untuk menilai para capres. Mana yang menguasai pemahaman soal tema dan mana yang tidak siap untuk berdebat.

"Akhirnya terbukti jika pasangan Jokowi-Ma'ruf tak menguasai tema tersebut. Ditandai dengan pernyataan-pernyataan yang membuat penilaian terhadap pasangan nomor urut 01 negatif," katanya.

Menurutnya, sebagai capres petahana, Jokowi punya beban akan janji yang belum ditunaikan. Ditambah dengan janji-janji baru di Pilpres 2019.

"Hal itu justru akan sulit meraih kembali simpati publik, apalagi ditambah pernyataan yang inkonsistensi membuat publik semakin tak percaya kepada petahana dan bukan tidak mungkin pasca debat pertama tersebut membuat Jokowi semakin ditinggalkan oleh masyarakat," jelas Panji yang juga direktur eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI). [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya