Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Krisis itu terjadi karena Komisi Pemilihan Umum tidak konsisten melaksanakan konstitusi, terutama keputusan Bawaslu agar memasukkan nama Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPD Pemilu 2019.
"Seharusnya KPU sebagai penyelenggara pemilu mampu mengikuti jadwal yang diatur di Undang-Undang Pemilu. Lewatnya waktu atau terjadinya pelanggaran di luar ketentuan, tahapan pemilu dapat menimbulkan ketidakpastian hukum," jelas kuasa hukum DPD RI Dodi Abdul Kadir dalam diskusi bertema 'Potret Kerja Politik DPD Hingga Januari 2019 dan Situasi Serta Kondisi Jelang Pemilu 2019' di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (22/1).
Populer
Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15
Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11
Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16
Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33
Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07
Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18
Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04
UPDATE
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30