Berita

Emrus Sihombing/Net

Politik

Pidato Airlangga Tegaskan Golkar Terdepan Menangkan Jokowi

SELASA, 22 JANUARI 2019 | 20:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pidato awal tahun Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto semakin menegaskan konsistensi beringin dalam mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Tidak hanya itu, Golkar juga menawarkan program kampanye yang positif, yaitu dengan narasi yang mendidik dan edukatif bagi masyarakat. Termasuk mengutamakan persatuan di atas segalanya.

Begitu kata pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/1).


“Saya setuju penggalan pidato Pak Airlangga yang menyebutkan bahwa perbedaan boleh tapi jangan ada perpecahan,” jelasnya.

Airlangga, kata Emrus, secara tegas ingin memastikan bahwa Golkar berada di garda terdepan dalam memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Caranya dengan memasifkan capaian-capaian pemerintah dengan baik.

“Partai Golkar ingin menjabarkan secara utuh capaian-capaian pemerintahan Jokowi, sekaligus menunjukkan mereka partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi,” tegasnya.

Dalam pidato awal tahun, Airlangga menegaskan bahwa Partai Golkar hadir untuk memperkuat persamaan dan bukan mempertajam perbedaan.

"Kita adalah bangsa besar yang menghargai perbedaan, mampu bersaing secara damai, dengan tetap menjaga semangat persaudaraan yang hangat dan bersahabat," kata Airlangga.

Golkar, sambungnya, memuji gagasan-gagasan dan ide Jokowi selama debat pilpres pertama. Apalagi, Jokowi sudah membuktikan ucapannya selama empat tahun memerintah.

"Golkar memberi jempol ke Pak Jokowi. Dengan gaya yang tegas tapi merakyat, santun tapi bersemangat, Pak Jokowi menekankan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung supermasi hukum, menegakkan HAM, serta memerangi terorisme hingga ke akarnya," kata dia. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya