Pangi Syarwi Chaniago/Net
Pembangunan infrastruktur era Pemerintahan Joko Widodo kembali menuai kritik. Tidak tanggung-tanggung, kritik justru muncul dari pendamping Jokowi, Jusuf Kalla.
Wapres JK menyoroti pembangunan LRT Jabodebek yang dibangun di atas jalan tol. Dia mempertanyakan pembangunan LRT secara elevated. Sebab pembiayaannya 10 kali lipat lebih mahal jika dibuat di daratan.
Selain itu, pembangunan yang persis berada di samping jalan tol juga dikritik JK. Sebab, keberadaan LRT menghambat perluasan jalan tol.
"Saya minta maaf beberapa minggu lalu saya menyampaikan kenapa kita membikin LRT di atas jalan tol, kenapa semahal itu? Harus memahami, bahwa kenapa tetap harus membikin LRT di atas jalan tol, terus kenapa kita membikinnya elevated?," ujar JK di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/1).
Kritik bukan kali pertama dilakukan JK. Pada pekan kemarin, dia juga melontarkan kritik yang sama saat berkunjung ke Pabrik Precast LRT Jabodebek, Pancoran, Jakarta, Senin (14/1).
Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago mendukung kritik JK tersebut. Dia yakin jika pembangunan infrastruktur mahal, maka dampaknya akan dirasakan rakyat sebagai konsumen.
“Kalau infrastruktur mahal siapa yang bakal mampu naik nanti? Saya haqqul yaqin nggak bakal ada yang bisa naik, kecuali konglomerat,†sambungnya.
“Jadi infrastruktur ini untuk orang kaya atau untuk rakyat,†kata
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting.
Dia turut menyoroti pola pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana APBN. Pembiayaan ini bisa berujung pada penjualan infrastruktur tersebut, dengan alasan utang yang tidak mampu ditutup.
“Bisa kebayang nggak nanti kalau proyek infrastruktur kita nggak mampu lagi di subsidi negara, lalu jatuh ke tangan swasta, wajar nanti tiap tri wulan kenaikan tol dan macam-macam itu,†pungkasnya.
[ian]