Berita

Politik

Mahfud Menyayangkan Pandangan Dua Paslon Soal Pemberantasan Korupsi

SELASA, 22 JANUARI 2019 | 15:58 WIB | LAPORAN:

. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menyayangkan tanggapan dua pasangan calon Pilpres 2019 terkait tema pemberantasan korupsi pada debat perdana beberapa hari lalu.

Hal tersebut disampaikan Mahfud dalam diskusi "Menakar Komitmen Capres/Cawapres Terhadap Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi" di Auditoriun Centre For Strategic And International Studies (CSIS), Jakarta, Selasa (22/1).

"Sering mereka mengatakan, 'di tempat bapak ada koruptor tuh, mantan koruptor gimana?'. Terus dijawab, 'Ya laporkan saya kepada pihak berwajib'. Sama yang satunya bilang, 'Loh kalau ada itu ya nanti jangan dikeluhkan, tapi dilaporkan ada polisi'," kata Mahfud meniru depan anata paslon 01 vs 02.


Namun dalam debat itu, lanjut Mahfud, tidak pernah ada penjelasan bagaimana menyelesaikan masalah korupsi. Laporan korupsi di penegak hukum sering tidak jalan, sering tidak transparan sejak dulu.

Selanjutnya, Mahfud menyayangkan kedua kandidat paslon tersebut memandang masalah hukum hanya di ranah pengadilan saja.

"Kandidat-kandidat itu semuanya menganggap masalah hukum itu adalah konflik hukum di pengadilan, seakan-akan proses menyelesaikan perkara mulai dari polisi, jaksa, pengacara, hakim vonis, itu sudah enggak beres," tandas dia. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya