Berita

Jokowi/Net

Politik

Jokowi Lupa Kabinetnya Dihuni Pelanggar HAM Berat

SELASA, 22 JANUARI 2019 | 15:41 WIB | LAPORAN:

Komitmen capres petahana, Joko Widodo mengungkap kasus dugaan pelangaran hak asasi aanusia (HAM) masih belum terlihat.

Apalagi, Jokowi justru menjadikan sosok yang dianggap paling bertanggung jawab dalam beberapa kasus dugaan pelangaran masa lalu sebagai salah seorang menteri.

Begitu kata pemerhati politik, hukum, dan ham dari Lembaga Pengkajian Strategis Politik, Hukum, HAM dan Keamanan (LPSPH2K), Nicholay Aprilindo dalam diskusi bertajuk ‘Jejak-jejak Kebohongan Jokowi?’ di Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/1).


Dia kemudian menyoroti closing statement Joko Widodo saat debat pertama Pilpres 2019 beberapa waktu lalu. Khususnya, terkait pernyataan Jokowi yang mengaku tidak punya beban masa lalu.

"Seolah-olah Prabowo distigma oleh capres 01 adalah pelanggar HAM, dari closing statement-nya," katanya.

Pernyataan itu, menurut dia, menunjukkan bahwa Jokowi sudah lupa kalau dalam kabinetnya, banyak bercokol orang-orang yang diduga sudah melanggar HAM.

Salah satunya, kata dia, adalah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto.

“Saya saksi hidup pelanggaran HAM berat Timtim (Timor Timur). Kebetulan saya berasal dari sana. Saya punya bukti, saya observer dari UN (PBB). Ada faktanya. Saya dari komisi independen HAM Timor Lorosae. Banyak bukti-bukti, saya simpan tentang pelanggaran HAM di Timtim siapa berbuat apa di sana," ungkapnya.

Kasus itu bahkan, kata Nicholay, sudah disidangkan oleh pengadilan PBB pada tahun 2000 lalu. Yang mana ketika itu, Menkopolhukam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu memanggil dirinya untuk berdiskusi.

"Bahkan saya juga waktu itu sebagai TPF (Tim Pencari Fakta) dan tim untuk melucuti senjata milisi Indonesia yang dibentuk oleh yang berkuasa saat itu (Megawati Soekarnoputri). 1999 Prabowo sudah di Yordania," imbuhnya.

"Kalau kita mau me-review kembali statement Jokowi soal pelanggaran HAM. Pelanggaran HAM berat Timtim bercokol di kabinet. Itu sudah ada keputusan dari PBB yang menyatakan Wiranto sebagai terpidana bertanggung jawab terhadap pelanggaran HAM berat itu," pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya