Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Said Didu: Prabowo Juga Korban Hoax Jokowi

SELASA, 22 JANUARI 2019 | 13:08 WIB | LAPORAN:

. Mobil Esemka adalah salah satu kebohongan Joko Widodo yang sudah banyak memakan korban. Salah satu korbannya malah rival Jokowi di dua kali Pilpres yaitu Prabowo Subianto.

Demikian disampaikan Mantan Sekjen Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), M. Said Didu dalam diskusi bertajuk "Jejak-jejak Kebohongan Jokowi?" di Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/1).

"Pak Prabowo juga korban, saya rasa karena dia mau beli 5 biji," kata Said Didu.


Baca: Prabowo Ternyata Sudah Pesan Mobil Esemka Sejak 2013

Menurut Said Didu, kebohongan adalah induk dari kejahatan. Politisi boleh berdebat dengan kiasan tapi jangan sampai berbohong. Seorang politisi yang sudah bohong pasti hancur.

Dia mengungkapkan, semasa Jokowi masih menjadi Walikota Solo, ada pihak yang memintanya untuk ikut mempromosikan mobil Esemka dengan membeli mobil itu.

"Pada saat itu mobil Esemka, saya Ketua Persatuan Insinyur Indonesia, "Pak, Bapak endors lah ini". Tapi saya tidak mau karena menurut saya ini kebohongan. Esemka itu adalah kebohongan," tegasnya.

Said Didu pernah mengusulkan agar dibuat patung mobil Esemka sebagai monumen Anti Kebohongan.

Dia menggagas ide monumen patung Mobil Esemka dengan alasan agar tidak terjadi lagi pencitraan berbasis kebohongan.

"Untuk menjaga agar tidak terjadi lagi pencitraan berbasis kebohongan mungkin suatu saat kita buat Monumen anti kebohongan berupa patung mobil esemka," kata dia di akun twitternya @saididu beberapa waktu lalu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya