Berita

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati/RMOL

Nusantara

BMKG Usul Anggaran Pemeliharaan Alat Pendeteksi Bencana Dipercepat

SELASA, 22 JANUARI 2019 | 02:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan laporan keuangan atas anggaran yang disetujui bersama Komisi V DPR RI sejumlah Rp 1,7 triliun dari APBN 2019.

Anggaran tersebut untuk mitigasi bencana, termasuk pengadaan alat pendeteksi tsunami.

"Kita sudah laporan dan sudah diterima laporannya oleh BPK. Masih ada sedikit lagi, tinggal dua hal yang belum tuntas dari sekian puluh yang sedang diproses. Jadi perlu waktu," jelas Kepala BMKG Dwikorita Karnawati usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V dan Basarnas di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (21/1).


Namun, di luar APBN, anggaran pengembangan dan pemeliharaan kelengkapan alat pendeteksi bencana masih belum cukup dan perlu mendapat perhatian serius mengingat kondisi alam yang semakin kompleks.

"Pengembangan di luar itu (APBN). Ada yang rutin lewat APBN, itu sudah disetujui Rp 1,7 triliun. Namun untuk menjawab alam yang semakin kompleks, Rp 1,7 triliun yang rutin itu tidak mungkin mencukupi semua. Itu selalu back lock, artinya kurang dari yang dibutuhkan," papar Dwi.

Terlebih, alat pendeteksi bencana jumlahnya masih minim ditambah biaya perawatan yang tidak kecil. Namun demikian, pihaknya memahami kondisi pemerintah yang memiliki anggaran terbatas.

"Kita paham ya anggaran pemerintah kan terbatas. Nah karenanya, selain APBN itu kami mengusulkan anggaran pengembangan," ujar Dwi.

Dia mengaku dilematis dengan kondisi alam yang semakin kompleks dan alat pendeteksi bencana serta biaya pemeliharaannya.

"Pengembangan ini sudah diproses, tinggal menunggu waktu sekitar satu tahun. Sehingga diusulkan lagi perlu khusus, kami mohon dukungan untuk pengembangan," demikian Dwi. [wah]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya