Berita

Menteri ESDM Ignasius Jonan/RMOL

Nusantara

Menteri ESDM Minta Badan Geologi Tingkatkan Mitigasi Bencana

SELASA, 22 JANUARI 2019 | 00:22 WIB | LAPORAN:

Menteri ESDM Ignasius Jonan meminta Badan Geologi dapat lebih bersungguh-sungguh dalam menangani bencana geologi.

Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Kebumian 'Strategi Mitigasi Gunung Api Anak Krakatau di Kawasan Selat Sunda' di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (21/1).

"Masukan saya satu bahwa bencana geologi atau yang mayoritas itu adalah bencana alam yang kita ketahui bahwa ini harus ditangani secara sungguh-sungguh," kata Jonan.


Menurutnya, Badan Geologi harus melihat apa yang menjadi titik objek dalam menangani kebencanaan geologi yaitu melakukan mitigasi untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materil.

"Kalau ditangani sungguh-sungguh itu objektifnya apa sebenarnya? Objektifnya itu bukan kita bisa mencegah bencana geologi itu nyata karena hampir tidak ada bencana geologi itu yang bisa bisa dicegah, yang bisa itu dimitigasi sehingga mengurangi korban jiwa dan kerugian material," papar Jonan.

Jonan sendiri mengakui bahwa bencana geologi tidak bisa diprediksi jauh-jauh hari secara akurat, bahkan sulit untuk mengetahui sumber persis bencana tersebut.

"Makanya ada zona yang rawan bahaya, jadi diberikan zona lalu diberikan status, kalau kita suda tahu persis walau bencananya akan datang besok ya, gak usah jam lah, hari aja, ga usah ada zoning, tidak perlu ada tahapan, ini siaga apa, ini gak perlu. ya besok ya sudah sekarang suruh minggir semua," paparnya.

"Tapi ini kan sulit untuk mengetahui sumber persis, berbagai alat pun bisa, itu adalah alat mitigasi untuk membaca gerakan atau movement atau apa yang dilakukan sifat perubahan deformasi atau apa segala macam, itu yang bisa untuk mengetahui kemungkinan terjadinya seperti apa, walaupun gak bisa persis," tandasnya. [wah] 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya