Berita

Ilustrasi.Reuters

Dunia

Jangan Bajak Brexit!

MINGGU, 20 JANUARI 2019 | 22:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Parlemen Inggris tidak boleh dibiarkan membajar Brexit. Begitu penegasan Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox dalam sebuah peringatan kepada anggota parlemen yang ingin mengambil kendali lebih besar atas upaya hengkangnya Inggris dari Uni Eropa.

Dengan hanya beberapa minggu sebelum tenggat waktu Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, Perdana Menteri Theresa May akan kembali ke parlemen pada hari Senin (21/1) untuk menetapkan bagaimana dia berencana untuk mencoba memecahkan kebuntuan Brexit setelah kesepakatannya ditolak oleh anggota parlemen pekan lalu.

Diketahui bahwa Oposisi utama Inggris Partai Buruh mendesak untuk pemilihan baru dan mendesak May untuk mengesampingkan kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan. Sementara pihak lain di parlemen melobi apa pun mulai dari referendum kedua hingga pergi tanpa persetujuan.


Fox, seorang pendukung Brexit, pada Minggu (20/1), menekankan bahwa perjanjian hengkangnya Inggris dari Uni Eropa dengan Uni Eropa masih merupakan dasar terbaik untuk sebuah kesepakatan dan memperingatkan anggota parlemen agar tidak mencoba mengambil kendali lebih besar atas kepergian Inggris.

"Parlemen belum mendapat hak untuk membajak proses Brexit karena parlemen mengatakan kepada orang-orang di negara ini, 'ami membuat kontrak dengan Anda, Anda akan membuat keputusan dan kami akan menghormatinya'," kata Fox, seperti dimuat Reuters.

"Apa yang kita dapatkan sekarang adalah beberapa dari mereka yang selalu benar-benar menentang hasil referendum yang mencoba membajak Brexit dan pada dasarnya mencuri hasil dari rakyat," tegasnya. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya