Berita

Investigasi di lokasi kejadian/Reuters

Dunia

Polisi Tangkap Dua Pria Terkait Ledakan Dekat Gedung Pengadilan

MINGGU, 20 JANUARI 2019 | 21:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua orang pria ditangkap pada hari ini (Minggu, 20/1) karena diduga terkait dengan serangan bom mobil yang terjadi Sabtu malam kemarin (19/1) di Londonderry Irlandia Utara. Keduanya berusia dua puluh tahunan dan identitasnya belum dirilis.

Asisten Kepala Polisi Irlandia Utara Mark Hamilton mengatakan bahwa ledakan itu sendiri terjadi pada malam hari di luar gedung pengadilan kota.

"Untungnya (ledakan) itu tidak membunuh siapa pun. Tetapi jelas itu adalah upaya yang sangat signifikan untuk membunuh orang di sini di komunitas ini," katanya.


Dia menambahkan bahwa kejadian bermula saat petugas patroli melihat kendaraan mencurigakan di tempat kejadian Sabtu malam kemarin, kemudian menerima peringatan lima menit kemudian bahwa perangkat telah ditinggalkan di sana.

"Kami segera pindah untuk mulai mengevakuasi orang-orang dari gedung-gedung terdekat termasuk ratusan tamu hotel, 150 orang dari Masonic Hall dan sejumlah besar anak-anak dari klub pemuda gereja," kata Hamilton.

Ketika ledakan terjadi, sambungnya, kendaraan pengiriman pizza benar-benar hancur oleh ledakan hanya sepuluh menit setelah itu. Tidak ada yang terluka dalam ledakan itu.

Hamilton mengatakan bahwa fokus utama investigasi adalah pada kelompok Tentara Republik Irlandia (IRA) Baru, yang merupakan salah satu dari sejumlah kecil kelompok yang menentang perjanjian damai tahun 1998 yang sebagian besar mengakhiri tiga dekade kekerasan di provinsi yang dikelola Inggris. Mereka telah melakukan serangan sporadis dalam beberapa tahun terakhir.

Hamilton mengatakan dia pikir serangan itu menandai kelanjutan dari kampanye militan, bukan eskalasi.

"IRA Baru, seperti sebagian besar kelompok republik pembangkang di Irlandia Utara, kecil, sebagian besar tidak representatif, dan hanya bertekad untuk menyeret orang kembali ke tempat yang tidak mereka inginkan," sambungnya, seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya