Berita

Sekolah UNRWA Di Yerusalem Timur/Al Jazeera

Global

Israel Bersiap Tutup Tujuh Sekolah PBB Di Yerusalem Timur

MINGGU, 20 JANUARI 2019 | 21:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel berencana menutup sekolah-sekolah yang didirikan oleh Badan Pengungsi PBB untuk Palestina atau UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki.

Media Israel akhir pekan ini melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional negara itu akan mencabut izin yang memungkinkan sekolah-sekolah UNRWA beroperasi mulai tahun ajaran berikutnya. Sekolah-sekolah tersebut akan digantikan oleh sekolah-sekolah yang dikelola oleh kota Yerusalem, yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Israel.

Namun pihak UNRWA mengaku tidak ada informasi atau pemberitahuan dari Israel mengenai rencana tersebut.


"Keberadaan UNRWA di Yerusalem bukan hadiah dari Israel," kata jurubicara UNRWA Sami Meshasha dalam keterangan yang dirilis Minggu (20/1).

"Ada perjanjian bilateral yang mengikat Israel untuk menghormati instalasi lembaga, yurisdiksi dan kekebalan di Yerusalem," katanya.

"Selain itu, Israel adalah pihak yang terlibat pada Konvensi Pengungsi 1946, dan upaya-upaya semacam itu melanggar Konvensi ini," sambungnya seperti dimuat Al Jazeera.

UNRWA mengelola tujuh sekolah di dua kamp pengungsi di Yerusalem Timur yang diduduki dan melayani total 3.000 siswa.

Hanan Ashrawi, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, mengatakan keputusan Israel adalah penghinaan langsung terhadap komunitas internasional dan mengabaikan hukum.

"Langkah provokatif ini sengaja menargetkan para pengungsi Palestina dan hak-hak mereka dijamin oleh hukum internasional dan kemanusiaan," katanya dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi Palestina Wafa. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya