Berita

Raja Mohammed VI sambut Mogherini/Repro

Global

Wapres Komisi Eropa Kunjungi Maroko, Kemitraan Strategis Makin Erat

JUMAT, 18 JANUARI 2019 | 14:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maroko dan Uni Eropa memperkuat kemitraan strategis dalam sejumlah aspek.

Hal tersebut terlihat saat kunjungan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, yakni Wakil Presiden Komisi Eropa Federica Mogherini pekan ini.

Kunjungannya tersebut disambut hangat Raja Maroko, Raja Mohammaed VI di Rabat Royal Palace, seperti keterangan resmi kerajaan.


Kunjungan Mogherini ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat kemitraan strategis antara Kerajaan Maroko dan Uni Eropa.

Selain itu, kunjungan tersebut juga merupakan kesempatan baik untuk menyoroti sentralitas Maroko dalam kebijakan luar negeri Uni Eropa, serta hubungan antara kedua mitra yang memasuki usia ke-50 tahun ini.

Selama pembicaraan, Mogherini menggarisbawahi keterikatan mendalam Uni Eropa pada kemitraan dengan Maroko serta peran perintis Maroko di Mediterania, di Afrika Utara, di Afrika, serta di Timur Tengah untuk mengatasi tantangan keamanan, stabilitas dan pengembangan.

Bukan hanya itu, kunjungan tersebut juga merupakan kesempatan untuk meninjau berbagai aspek kemitraan strategis, multidimensi dan lama antara Kerajaan Maroko dan Uni Eropa, dalam semua komponen, baik politik, ekonomi, keamanan, regional maupun internasional.

Pertemuan itu juga dimaksudkan untuk menyepakati perlunya kedua mitra untuk bersama-sama menghadapi berbagai tantangan di wilayah ini untuk meraih peluang yang ada.

Maroko dan Uni Eropa sendiri diketahui baru-baru ini mengadopsi Perjanjian Pertanian Maroko-Uni Eropa. Perjanjian itu menggarisbawahi bahwa penguatan kemitraan bergantung pada penghormatan terhadap kepentingan Kerajaan yang lebih tinggi dan menjaga integritas teritorialnya.

Audiensi yang digelar di Maroko tersebut dihadiri oleh penasehat raja HM Raja Fouad Ali El Himma dan Yassir Zenagui, Menteri Luar Negeri Nasser Bourita dan Menteri Pertanian Aziz Akhannouch dari pihak Maroko. Sementara di pihak Eropa, hadir Duta Besar Claudia Wiede dan Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Maroko dan Stefano Grassi. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya