Berita

Nusantara

Akibat Melanggar SOP, Karyawan Jadi Korban Si Raja Hutan

JUMAT, 18 JANUARI 2019 | 09:30 WIB | LAPORAN:

. Seorang pria yang juga karyawan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) melanggar peraturan SOP sehingga diserang Harimau Sumatra.  

Sehingga pria itu meninggal dunia diserang di tengkuk kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya di Kawasan Konservasi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Pesisir Barat Lampung pada hari Senin (14/1).

“Korban sudah diingatkan jangan berjalan sendiri namun tidak peduli,” ungkap Teguh Wardoyo selaku penanggung jawab TWNC didampingi Risgianto , staf ahli konservasi TWNC, Kamis  (17/1).


Teguh menjelaskan, TWNC sudah membuat peraturan yang antara lain melarang melintas pada jam-jam Harimau atau satwa liar lainnya aktif hilik mudik di koridor satwa yang dulu selalu ditentang dan diprotes oleh masyarakat.

"Hasil penyelidikan di area korban diserang di sekitar lokasi kejadian yang banyak ditemukan jejak Harimau seperti cakaran pohon dan cakaran tanah. Hal ini menandakan kawasan ini adalah teritori Harimau," jelas Teguh.

Sementara menurut Risgianto, dugaan sementara jika dilihat dari ukuran dan komposisi jejak kaki, Harimau penyerang yakni Harimau jantan dewasa.

 Untuk memastikan dugaan, TWNC telah memasang Camera Trap di tiga titik strategis salah satunya di titik ditemukannya korban.

“Jika dilihat dari kondisinya, lokasi ditemukan korban adalah sarang atau tempat beristirahat Harimau karena tempatnya bersih dan ada tanda cakaran di pohon (lama dan baru) dan tanda berupa jejak,” terang Risgianto sedih.

Teguh menyatakan seluruh TWNC turut berduka cita atas meninggalnya EP (40th) karyawan TWNC yang juga adalah warga Dusun Pengekahan, yang menjadi korban penyerangan Harimau Sumatera.

"Pada waktu bersamaan, ahli waris keluarga sudah menyatakan ikhlas menerima bahwa ini adalah murni musibah yang terjadi karena korban tidak patuh terhadap SOP yang sudah dikeluarkan," tegas Teguh

TWNC, sambung Teguh, membuat aturan bukan untuk mempersulit masyarakat maupun karyawan, tetapi semata-mata untuk kebaikan dan keselamatan pengguna jalur lintas dari Pekon Tampang Tua ke Pengekahan.

"Kami meminta kepada warga untuk selalu waspada terjadinya konflik susulan. Terutama warga yang tinggal atau memiliki kebun dekat kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tersebut," imbuh Teguh.

Ditegaskan kembali agar karyawan tidak keluar di jam-jam aktif harimau atau satwa liar lainnya melintas , tidak diperbolehkan berjalan sendiri serta selalu membunyikan suara-suara berisik. Ini kejadian pertama Harimau Sumatera menyerang manusia di TWNC.

"Dan Hal ini sudah diperkirakan sejak dibakarnya pos-pos keamanan di lima lokasi di kawasan TNBBS pada tahun 2014 oleh oknum-oknum dan juga pencurian camera trap beberapa tahun terakhir sehingga mengganggu sistem keamanan dan monitoring satwa-satwa liar," demikian Teguh. [jto]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya