Berita

Selandia Baru/Net

Dunia

Bikin Keributan, Selandia Baru Usir Sekelompok Turis Inggris

KAMIS, 17 JANUARI 2019 | 22:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekelompok turis Inggris diminta meninggalkan Selandia Baru setelah mereka dilaporkan membuat sejumlah masalah, seperti mengutil, mengotori, mengancam penduduk dan menyebabkan kekacauan.

Mereka yang merupakan satu keluarga diketahui bepergian dengan paspor Inggris. Mereka terlibat dalam serangkaian insiden di Auckland, kota terbesar di Selandia Baru, dan Hamilton pekan ini yang mengejutkan warga Selandia Baru.

Asisten manajer umum untuk Imigrasi Selandia Baru (INZ) Peter Devoy, mengatakan kepada Reuters lima orang dari kelompok tersebut telah dilayani dengan Pemberitahuan Tanggung Jawab Deportasi, tahap pertama dalam proses deportasi.


Individu dapat mengajukan banding terhadap perintah deportasi dan hanya dapat dideportasi jika mereka setuju untuk melepaskan hak banding mereka atau jika hak banding berakhir.

Kelompok itu, yang termasuk anak-anak dan perempuan, menjadi berita utama di surat kabar Selandia Baru setelah mengotori pantai North Shore di Auckland dan mengancam penduduk.

Sebuah video yang diposting di Facebook menunjukkan bahwa seorang anak di antara kelompok tersebut berkata kasar ketika diminta untuk membersihkan sampahnya sendiri.

Polisi kemudian dipanggil pada hari yang sama oleh staf di outlet Burger King di kota Hamilton karena mereka menimbulkan keributan.

Mereka juga terlihat di sejumlah kafe dan restoran di kawasan pusat bisnis Auckland, dan banyak laporan yang menyebut bahwa mereka keluar tanpa membayar atau melecehkan karyawan mereka.

Seorang wanita dari kelompok itu dihukum pada hari Rabu karena mencuri sekaleng Red Bull, kacamata hitam dan tali seharga 55,20 dolar Selandia Baru dari sebuah pompa bensin.

Petugas imigrasi menyusul kelompok itu dan menangkapnya setelah menerima banyak laporan (Rabu, 16/1).

Devoy mengatakan pemberitahuan deportasi dapat dikeluarkan untuk sejumlah alasan, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan karakter dan perilaku. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya