Bos baru Goldman Sachs, David Solomon, meminta maaf kepada Malaysia atas peran yang dimainkan mantan rekannya dalam skandal korupsi dana pembangunan negara 1MDB.
Namun dia menekankan bahwa Goldman tidak terlibat dalam skema tersebut. Dia hanya menekankan bahwa Goldman, yang telah membantu mengumpulkan uang untuk dana itu, telah tertipu tentang perincian dari kesepakatan yang dibangun.
Permintaan maaf ini dikeluarkan setelah Malaysia bulan lalu mengajukan tuntutan pidana terhadap Goldman terkait skandal korupsi yang juga menyeret nama mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak.
Otoritas Malaysia menuduh bank investasi itu membantu menyalahgunakan uang yang dimaksudkan untuk dana tersebut. Amerika Serikat juga menyelidiki peran Goldman dalam skandal tersebut.
Tim Leissner, yang menjabat sebagai ketua Goldman South East Asia, mengaku bersalah di Amerika Serikat bulan lalu karena perannya dalam skema pencucian uang dan penyuapan. Leissner sendiri telah meninggalkan Goldman pada tahun 2016.
"Sangat jelas bahwa rakyat Malaysia ditipu oleh banyak orang," kata Solomon seperti dimuat
BBC.
"Untuk peran Leissner dalam penipuan itu, kami meminta maaf kepada rakyat Malaysia," katanya.
Dia menambahkan bahwa Leissner sengaja menyembunyikan bagian dari kesepakatan dari karyawan Goldman yang ditugasi untuk meninjaunya.
Lebih lanjut Solomon mengatakan bahwa skandal itu telah merusak reputasi bank, tetapi dampak keseluruhan pada hubungan klien sangat minim.
"Ini adalah masa yang sulit, tetapi saya bangga tentang bagaimana perusahaan kami tetap fokus pada klien kami," tambahnya.
Goldman diketahui membantu mengumpulkan uang untuk 1MDB, dengan menjamin lebih dari 6 milyar dolar AS obligasi dalam tiga penawaran terpisah antara tahun 2012 dan 2013. Perannya itu menghasilkan 600 juta dolar AS.
Sebagian besar uang yang dimaksudkan untuk dana tersebut diduga telah digelapkan dan digunakan untuk membeli karya seni, properti, jet pribadi dan bahkan untuk membiayai film Wolf of Wall Street yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio.
Mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak termasuk di antara mereka yang dituduh mengantongi uang itu. Najib membantah bersalah atas tuduhan tersebut.
[mel]